INFOKorporasiPerumahanPROPERTY

Empat Langkah Strategis SMF Perkuat Usaha Pembiayaan Sektor Perumahan

Menjaga likuiditas dan menyediakan sumber pendanaan yang kompetitif dan berkelanjutan.

Konstruksi Media, Jakarta – PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF berkomitmen untuk terus konsisten dalam memperkuat peran dan fungsinya sesuai dengan perluasan mandat dari pemerintah untuk terus mendorong perkembangan pembiayaan di sektor perumahan pada tahun 2024 ini melalui kegiatan usaha yang efektif dan berkelanjutan.

“SMF berkomitmen untuk mendorong pembiayaan di sektor perumahan dengan berkontribusi secara aktif melalui kegiatan usaha yang efektif dan berkelanjutan, sebagai upaya untuk mendukung pertumbuhan sektor perumahan yang berkelanjutan,” kata Direktur utama SMF Ananta Wiyogo dalam rilis pers Pencapaian Kinerja 2023 dan Rencana Kerja 2024 di Jakarta, Kamis (4/4/2024).

Dalam mengoptimalisasi hal tersebut, kata Ananta Wiyogo, SMF akan menjalankan beberapa langkah strategis.

Baca Juga:  Kiprah The HUD Institute 12 Tahun sebagai Penyelenggara Perumahan Rakyat

Pertama dengan optimalisasi perluasan mandat. Kedua, menjaga likuiditas dan menyediakan sumber pendanaan yang kompetitif dan berkelanjutan. Ketiga, menguatkan sinergi dengan berbagai stakeholders
perumahan.

“Keempat yaitu meningkatkan kapasitas SDM dan menjaga tata kelola serta manajemen risiko yang baik dan terukur,” ujarnya.

Adapun SMF meraih pendapatan senilai Rp2,08 triliun sepanjang tahun 2023. Angka tersebut tumbuh 17 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2022 sekitar Rp1,77 triliun. Laba bersih Perseroan pada tahun lalu tembus Rp466 miliar.

Menurut dia, tren positif kinerja keuangan Perseroan sejalan dengan moncernya pertumbuhan ekonomi Indonesia. Sebagai catatan, ekonomi Indonesia tumbuh 4,94 persen sepanjang 2023.

“PT SMI berhasil mencatatkan pertumbuhan pendapatan Rp2,08 triliun sepanjang 2023,” kata Wiyogo.

Baca Juga:  Kolaborasi Jadi Kunci untuk Atasi Backlog Perumahan

Wiyogo menambahkan, SMF berhasil merealisasikan transaksi sekuritisasi bersama PT Bank Syariah Indonesia Tbk Tbk atau BSI dan PT Bank Tabungan Negara Tbk atau BTN dengan total Rp925 miliar.

“Ini bertujuan untuk mendukung pertumbuhan pasar pembiayaan perumahan di Indonesia untuk mewujudkan kepemilikan rumah yang layak dan terjangkau bagi masyarakat,” ujar Wiyogo.

Sepanjang 2023, PT SMF juga tercatat memiliki aset senilai Rp45,7 triliun. Kemudian liabilitas perusahaan tercatat mencapai Rp27,47 triliun, dan ekuitas Rp18,23 triliun.

Related Articles

Back to top button