HighlightsHSEINFO

Hana dari Nindya Karya Wakili Indonesia dalam Pelatihan Global Leadership OHSE di Irlandia

Pelatihan berlangsung selama tiga hari dan diselenggarakan oleh IOHA dan BOSH.

Konstruksi Media, Dublin – Hana Fajrianti, Vice President (VP) QHSE Planning PT Nindya Karya, terpilih menjadi satu-satunya peserta asal Indonesia yang diundang International Occupational Hygiene Association (IOHA) bekerja sama dengan British Occupational Hygiene Society (BOSH) guna mengikuti Emerging Leaders Institute (ELI), training global leadership pertama di dunia untuk profesional di bidang Occupational Health, Safety, Environment (OHSE).

Pelatihan berlangsung selama tiga hari, Jumat (7/6/2024) hingga Minggu (9/5/2024) di kota Dublin, Irlandia.

Menurut Hana, selain dirinya, peseta pelatihan berjumlah sekitar 35 orang yang berasal dari 16 negara, termasuk Indonesia. Yaitu Australia, Amerika Serikat, Inggris (UK), Irlandia, Indonesia, Malaysia, Filipina, Afrika Selatan, Ghana, Nigeria, India, Peru, Kolombia, Selandia Baru, Belanda, dan Kanada.

Para peserta merupakan para profesional di bidang OHSE dari negaranya masing-masing. “Mereka merupakan delegasi terpilih dari 70 lebih pendaftar dari berbagai negara di dunia,” kata Hana kepada Konstruksi Media, belum lama ini.

Baca Juga:  Proyek Revitalisasi Kelistrikan Istana Negara Garapan Nindya Karya Diresmikan

Dikatakan, pelatihan lebih ditekankan pada upaya pengenalan diri sendiri, tim, dan bekerja dalam keberagaman semisal Awareness of Self and Others: Color Code, Influence of Self and Others: High Performance Teams, Making a Lasting  Impact: the Future of OHSE, Leadership Luminaries and Discussions Groups, dan terakhir Your Leadership Commitment.  

“Di sini setiap peserta diajarkan secara mendalam untuk mengenal diri sendiri meliputi kekuatan dan keterbatasan serta belajar bagaimana memahami kekuatan dan keterbatasan anggota tim untuk mencapai tujuan (goal),” katanya.

Banyak sekali grup exercise yang membantu peserta untuk memaknai dan memahami secara mendalam dan filosofis bahwa keberagaman dalam kelebihan dan kekurangan merupakan hal yang wajar sehingga perlu adanya self control yang baik dengan cara self awareness untuk bisa bekerjasama dalam tim dan memimpin dengan lebih baik.

“Selain itu, ada beberapa materi yang disampaikan oleh President of American Industrial Hygiene Association yaitu Ibu Nicole, President of Mexico Industrial Hygiene Association yaitu Bapak David, dan lain-lain,” pungkas Hana.

Baca Juga:  Laba Bersih Bumi Serpong Damai Melonjak Naik Hingga 92,64%

Hana Fajrianti adalah wanita kelahiran kota Jakarta 22 Juni 1993 yang bersama Prasidya Tyanto, menggulirkan konsep NICAF (Nindya Carbon Footprint Calculator), sebuah program untuk menghitung jejak karbon dari aktivitas perusahaan secara organisasi dan project sesuai dengan standar perhitungan yang dipakai secara umum. Konsep ini keluar sebagai juara II dalam lomba Nindya Leading Innovation 2022 yang diselenggarakan PT Nindya Karya, tempat selama ini Hana bekerja.

Siapa sangka, NICAF diaplikasikan dan digunakan PT Nindya Karya untuk menghitung jejak karbon di seluruh operasional perusahaan.

NICAF dianggap sebagai terobosan pertama di dunia industri konstruksi di Indonesia dalam menghitung jejak karbon. Konsep ini bahkan saat ini digunakan dalam proyek pembangunan Ibukota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur.

Baca Juga:  FQHSE BUMN Godok Strategi Dekarbonisasi di Sektor Konstruksi

Saat terbang ke Dublin, Hana yang pernah dinobatkan sebagai The Best HSE Woman Leader of The Year 2023 oleh HSE Magazine dan Dewan Keselamatan dan Kesehatan Kerja Nasional (DK3N) dalam ajang Health, Safety, and Environment Indonesia Award (HSEIA) 2023 yang berlangsung di Bidakirana Auditorium Hotel Bidakara, Jakarta ini baru saja melangsungkan pernikahannya dengan Aziz pada Minggu, 19 Mei 2024. (Hasanuddin)

Related Articles

Back to top button