Site icon Konstruksi Media

Mengenal Jembatan Kota Intan, Jembatan Tertua di Indonesia!

Jembatan Kota Intan. (foto: Instagram/@kemenpupr).

Konstruksi Media – Jembatan merupakan salah satu prasarana transportasi yang berperan penting bagi kelancaran arus lalu lintas. Semakin lancarnya arus lalu lintas akan mengurangi biaya transportasi dan mempersingkat waktu tempuh perjalanan sehingga dapat meningkatkan perekonomian masyarakat.

Adapun jembatan tertua di Indonesia yang masih bertahan adalah Jembatan Kota Intan di Kawasan Kota Tua, Jakarta Barat, yang dahulu merupakan lokasi di mana transportasi air berlalu lalang pada era kolonial Belanda.

Jembatan ini dibangun pada tahun 1628 oleh pemerintah Vereenigde Oostindische Compagnie atau VOC.

Baca juga: Nindya Karya Kerjakan Pembangunan Paralympic Training Center Karanganyar

“Yang berarti sudah berusia 395 tahun,” dikutip dari Instagram @kemenpupr di Jakarta, Sabtu (30/12/2023).

Jembatan Kota Intan awalnya disebut Engelse Burg atau “Jembatan Inggris” karena saat jembatan dibangun terdapat kubu pasukan Inggris di sebelah timur lokasi pembangunan jembatan.

Jembatan Kota Intan. (foto: Instagram/@kemenpupr).

Jembatan ini kemudian rusak pada tahun 1628-1629 akibat penyerangan Banten dan Mataram. Pada tahun 1630 Belanda membangun kembali jembatan ini dengan nama Hoenderpasarburg atau “Jembatan Pasar Ayam” karena terdapat pasar ayam di seberang jembatan.

Baca juga: Progres Pembangunan Flyover Juanda Sidoarjo, Solusi Urai Kemacetan Menuju Bandara

Pada tahun 1655, jembatan ini kembali diperbaiki karena rusak akibat banjir dan berganti nama menjadi Het Middelpunt Burg atau “Jembatan Pusat”. Sejak saat itu bentuk tidak berubah hingga saat ini.

Setelah Prokalamasi Kemerdekaan RI, jembatan ini kembali berganti nama menjadi Jembatan Kota Intan.

“Sesuai dengan nama lokasi awal pembangunan jembatan yang terletak persis di ujung kubu/bastion diamond dari Kastil Batavia,” kata Kementerian PUPR.

Exit mobile version