Jalan

Bak Lego, Ini Cara Wika Pasang Jembatan Lengkung Pertama di Indonesia

Konstruksi Media – Pengerjaan konstruksi Jembatan Sei Alalak di Kalimantan Selatan sepanjang 850 meter diperkirakan tuntas September 2021 nanti.

PT Wijaya Karya (Persero) (Wika) sebagai kontraktor jembatan Sei Alalak menyebutkan pengerjaan konstruksi jembatan itu seperti memasang “Lego” yang langsung pas sesuai desain.

“Jembatan Sei Alalak memiliki desain yang unik dengan bentuk pylon melengkung dan terdiri dari dua tiang asimetris. Menggunakan metode sambungan edge beam longline dengan sistem match cast shearkey, ibarat memasang lego yang langsung match/pas sesuai desain,” tulis Wika dalam akun instagramnya, Jum’at (16/7/2021).

Baca Juga:  Kembangkan Sektor Ekonomi, PUPR Garap Sejumlah Proyek Infrastruktur di Kalimantan

Selain lebih mudah, lanjutnya, penggunaan metode ini mampu mengurangi kesalahan minor pada sambungan, menjaga struktur melengkung, meminimalisir risiko keropos beton dan mempersingkat waktu pemasangan deck pada jembatan Sei Alalak.

“Jembatan ini berhasil menyelesaikan erection edge beam segmen terakhir pada 25 Juni 2021  dan kini memasuki progres 90 persen untuk segera rampung pada 15 September 2021  untuk menjadi jembatan pengganti yang menghubungkan Kota Banjarmasin dengan Kabupaten Barito Kuala,” katanya.

Sebelumnya, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan, bentang utama jembatan Sei Alalak dirancang dengan menggunakan cable-stayed dan struktur jembatan lengkung dan pertama di Indonesia.

Pekerjaan Jembatan Sei Alalak mengunakan dana dari Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) tahun 2018 – 2021 senilai Rp 278 miliar dengan kontraktor PT Wijaya Karya (Persero) Tbk-PT Pandji, KSO dengan skema pekerjaan tahun jamak (multiyears).

Baca Juga:  Lanjutkan Proyek Sodetan Ciliwung, Kontrak Baru Wika Tembus Rp11,8 Triliun

Dijelaskan lebih lanjut bahwa pembangunan Jembatan Sei Alalak didesain untuk dapat dilintasi kendaraan dengan tonase maksimal 10 ton, lebih kuat dari struktur jembatan lama Kayu Tangi 1 yang berasal dari rangka baja kelas B dengan kemampuan menahan beban kurang dari 8 ton. Selain itu, juga telah diperhitungkan kekuatan jembatan ini dengan konstruksi tahan gempa, dan masa layanan hingga 100 tahun.

Lingkup pekerjaan pembangunan jembatan meliputi bentang utama dengan struktur cable – stayed sepanjang130 meter, jembatan pendekat yaitu struktur pileslab 125 meter, dan pekerjaan oprit jembatan dengan panjang 425 meter.***

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button