HighlightsINFRASTRUKTURKawasan

Basuki Hadimuljono: Pembangunan PLBN Jadi Embrio Ekonomi Perbatasan

Kementerian PUPR terus berupaya mengurangi disparitas dan memeratakan pembangunan infrastruktur, khususnya di kawasan perbatasan.

Konstruksi Media, Jakarta – Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengungkapkan, pembangunan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) menjadi embrio pusat pertumbuhan ekonomi di kawasan perbatasan.

“Pembangunan PLBN tidak hanya sebagai gerbang masuk. Namun, menjadi embrio pusat pertumbuhan ekonomi kawasan yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat perbatasan,” ujar Basuki Hadimuljono dalam keterangannya kepada wartawan di Jakarta, Selasa (16/1/2024).

Menurut dia, pembangunan PLBN ini tidak hanya menjadi kebanggaan bangsa Indonesia sebagai bangsa besar, tetapi yang terpenting adalah fungsi pertahanan keamanan sekaligus sebagai embrio pusat pertumbuhan ekonomi baru di kawasan perbatasan Indonesia.

Baca juga: Lima Tokoh Konstruksi Paling Berpengaruh di Indonesia

Baca Juga:  Jakpro Berhasil Bangun JIS, Anies Ingatkan Tiga Fase Pembangunan di Jakarta

Ia menekankan, Kementerian PUPR terus berupaya mengurangi disparitas dan memeratakan pembangunan infrastruktur, khususnya di kawasan perbatasan. Salah satunya melalui pembangunan PLBN, yang juga merupakan upaya pemerintah untuk menjaga kedaulatan negara.

Setelah menyelesaikan 7 PLBN pada pembangunan tahap satu, secara bertahap Kementerian PUPR tengah menyelesaikan lanjutan pembangunan PLBN tahap dua sesuai Instruksi Presiden No. 1 Tahun 2019.

Baca juga: Otorita IKN Ciptakan Lingkungan Investasi yang Kondusif di Nusantara

Direktur Jenderal Cipta Karya Diana Kusumastuti mengatakan pada gelombang dua hingga saat ini sebanyak enam PLBN telah selesai konstruksi-nya, di antaranya:

  1. PLBN Terpadu Sota di Kabupaten Merauke, Papua Selatan.
  2. PLBN Terpadu Serasan Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau.
  3. PLBN Terpadu Jagoi Babang Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat.
  4. PLBN Terpadu Sei Pancang Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara.
  5. PLBN Terpadu Napan Kabupaten Timor Tengah Utara, NTT.
  6. PLBN Terpadu Yetetkun Kabupaten Boeven Digoel, Papua Selatan.
Baca Juga:  Rangkaian Perhelatan World Water Forum, PLN Kedepankan Tata Kelola Air Berkelanjutan
Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Jagoi Babang di Kalimantan Barat. (foto: PUPR).

Salah satu PLBN yang telah rampung dan beroperasi sejak Juli 2023 adalah PLBN Jagoi Babang di Kalimantan Barat. PLBN ini mampu menciptakan pertumbuhan ekonomi baru bagi masyarakat di perbatasan.

Dikutip dari Antara, Pengelola PLBN Jagoi Babang yakni Misdo Jerry Purba mengatakan pertumbuhan tersebut tidak terlepas dari faktor jarak yang relatif lebih dekat ke Kota Kuching, Serawak, Malaysia.

Sebagai perbandingan waktu tempuh dari PLBN Jagoi Babang kurang dari 1 jam, dari Entikong 1,5 jam, Aruk lebih dari 1,5 jam, dan dari PLBN Nanga Badau 2,5 jam.

Saat ini mayoritas komoditas yang diekspor ke Malaysia melalui PLBN Jagoi Babang adalah hasil pertanian, seperti sayuran seperti petai, kentang dan cabai serta buah-buahan seperti buah naga, semangka dan srikaya.

Baca Juga:  PUPR Lakukan Penilaian Jalan Tol Berkelanjutan Tahun 2021, Tingkatkan Pelayanan dan Pengelolaan

PLBN Jagoi Babang dibangun pada tahun 2020-2023 di atas lahan 16,4 hektar dengan nilai konstruksi Rp225,7 miliar dengan lingkup pekerjaan bangunan inti, gudang barang dan transit, mess, kantor, Wisma Indonesia, bangunan menara air, rumah dinas, pos jaga, power house, Tempat Pengelolaan Sampah (TPS), pasar perbatasan, gerbang titik nol, dan fasilitas lainnya.

Related Articles

Back to top button