Jalan

Cisumdawu Harus Tuntas Desember 2021, Kementerian PUPR Tambah Kontraktor Baru

Konstruksi Media – Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengaku akan menambah kontraktor baru untuk mengerjakan proyek Jalan Tol Cileunyi – Sumedang – Dawuan (Cisumdawu) di Provinsi Jawa Barat.

Tol sepanjang 60,10 km yang dibangun untuk mendukung fungsi Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati ini harus tuntas Desember 2021 mendatang.

“Saya minta seluruh pihak  terus berkoordinasi dan berupaya keras untuk mempercepat pembangunannya. Ini saya minta dikeroyok, tadinya hanya tiga kontraktor ditambah lagi 2 yaitu ada Girder, Waskita, Wijaya Karya, PP,  Adhikarya, dan Brantas,” ujar Basuki Hadimuljono dalam keterangan tertulis, kemarin.

Baca Juga:  Serapan Anggaran Kementerian PUPR Per Mei 2023 Capai 22,7 %

Dalam peninjauan proyek Tol Cisumdawu pada Jumat (18/6/2021) sore, Basuki Hadimuljono fokus pada pengerjaan interchange di Desa Ujung Jaya.

Menurutnya,pengerjaan jalan Tol Cisumdawu yang akan menghubungkan Bandung dan Kertajati ini terdiri dari 6  seksi pekerjaan.

“Untuk seksi 1, 2, dan 3 kita anggap sudah bisa selesai. Sekarang kita upayakan untuk menyelesaikan seksi 4, 5 dan 6. Semua pekerjaan ini kita targetkan akan selesai pada Desember 2021,” katanya.

Berdasarkan data untuk Seksi 1 Cileunyi – Rancakalong sepanjang 11,45 km konstruksinya mencapai 77,42% dengan progres lahan 98,6%. Selanjutnya Seksi 2 yakni Rancakalong – Sumedang sepanjang 17,05 km progres konstruksi telah mencapai 91,99% dengan pembebasan lahan sebesar 96,11%.

Baca Juga:  Bukit Barisan Ditembus Proyek Tol, Waktu Tempuh Lubuk Linggau-Bengkulu Lebih Singkat

Untuk Seksi 3 dari Sumedang ke Cimalaka sepanjang 4,05 km  konstruksinya telah rampung 100% dan siap operasi menunggu penyelesaian konstruksi seksi 1 dan 2.

Kemudian untuk pembangunan Seksi 4 Cimalaka – Legok sepanjang 8,20 km dan Seksi 5 Legok – Ujungjaya sepanjang 14,9 km, saat ini telah dimulai mobilisasi alat dan pekerjaan site clearing dengan progres lahan masing-masing 48,13% dan 42,87%.

Selanjutnya Seksi 6 Ujungjaya – Dawuan sepanjang 6,06 km telah dimulai konstruksi pada Seksi 6A dengan progres 36,83% dan Seksi 6B sebesar 11,84%. 

Tol Cisumdawu terdiri dari 6 seksi yang dibangun dengan skema Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU). Dari keenam seksi, Seksi 1 dan 2  dikerjakan oleh Pemerintah sebagai bagian dari viability gap fund (VGF) guna menaikkan kelayakan investasi tol tersebut.

Baca Juga:  Bendungan Sadawarna Subang Bakal Dongkrak Produksi Tani Hingga 3 Kali Lipat

Kemudian Seksi 3-6 dikerjakan oleh Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) yakni PT. Citra Karya Jabar Tol (CKJT) dengan nilai investasi Rp8,41 triliun.

Dengan beroperasinya seluruh ruas Jalan Tol Cisumdawu dan nantinya terhubung dengan Jalan Tol Akses BIJB Kertajati akan mengurangi waktu tempuh dari Bandung sekitar 3 jam menjadi 1 jam.

Dengan konektivitas yang semakin meningkat maka operasional bandara akan semakin meningkat dan kompetitif, sehingga diharapkan bisa menggantikan Bandara Husein Sastranegara di Bandung.

Kehadiran Tol Cisumdawu sekaligus mendukung pengembangan kawasan “Segitiga Emas” Cirebon-Subang-Majalengka (Rebana) sebagai pusat pertumbuhan ekonomi kawasan baru, serta menjadi salah satu tol dengan pemandangan yang indah seperti Tol Bawen-Salatiga karena menyuguhkan panorama pegunungan di Bumi Priangan. ***

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button