Renewable

Didukung Bank Internasional, PLN Optimis PLTS di Cirata Beroperasi November 2022

Konstruksi Media – PT PLN (Persero) dalam meningkatkan bauran energi baru dan terbarukan (EBT) telah mendapatkan dukungan dari institusi perbankan internasional. Salah satunya, melalui proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Terapung Cirata yang telah mencapai kesepakatan financial close pada 2 Agustus 2021.

Dukungan dimaksud yakni dari sindikasi tiga bank internasional antara lain Sumitomo Mitsui Banking Corporation (SMBC), Societe Generale dan Standard Chartered Bank yang siap mendanai pembangunan PLTS terapung terbesar di Asia Tenggara ini dengan nilai sekitar USD 140 juta.

“Ditargetkan, PLTS berkapasitas 145 MWAc tersebut akan beroperasi komersial (Commercial Operation Date/COD) pada November 2022. Pencapaian tahap financial close ini merupakan hasil dukungan penuh PLN sebagai pembeli listrik PLTS Cirata dan PT PJB (Pembangkitan Jawa Bali), selaku induk dari PT PJB Investasi (PJBI) dan Pembangkitan Jawa Bali Masdar Solar Energi (PT PMSE),” ujar Direktur Utama PLN, Zulkifli Zaini dalam keterangan resmi dikutip pada Rabu (4/8/2021).
 
Zulkifli mengaku bahwa pihaknya optimistis pembangkit ramah lingkungan ini bisa beroperasi komersial sesuai jadwal pada akhir 2022. Kehadiran dari PLTS Terapung Cirata akan menjadi revolusi pengembangan EBT di dalam negeri, mengingat pembangkit listrik ini dapat mengimbangi 214.000 ton emisi karbon dioksida.
 
“Pembangunan proyek strategis nasional yang juga masuk dalam pilar ‘GREEN’ transformasi PLN ini diharapkan dapat berkontribusi dalam pencapaian target bauran energi baru terbarukan nasional sebesar 23 persen pada 2025. Keberhasilan pengembangan proyek ini, ke depannya diharapkan akan mendorong proyek-proyek terobosan di bidang EBT dengan harga yang kompetitif,” katanya.

Baca Juga:  Medco Power Dukung Percepatan Transisi Energi Menuju Net Zero Emissions

Selain dari sisi pengembangan EBT, kata Zulkifli, PLTS Terapung yang ditargetkan menghasilkan energi 245 juta kWh per tahun disebut memegang peranan penting dalam elektrifikasi dan sisi pengembangan Sumber Daya Manusia.

“Pembangkit yang menempati area seluas kurang lebih 200 hektare di Waduk Cirata ini akan memasok listrik kepada 50.000 rumah serta menyerap tenaga kerja hingga 800 orang,” ungkapnya.
 
Sementara itu, Direktur Utama PT PJB Gong Matua Hasibuan, menyampaikan rasa bangganya atas kerja keras dari PJBI dan Masdar yang berkolaborasi dengan sangat baik. Sehingga proses pendanaan atas proyek ini didapatkan dalam waktu yang tepat.
 
Dia juga menyampaikan rasa terima kasih untuk para stakeholder yang telah mendukung proyek ini, khususnya kepada kementerian terkait, pemerintah daerah setempat dan seluruh pihak yang telah terlibat.
 
“Kami optimistis sinergi yang sangat baik bersama para stakeholder dapat terus ditingkatkan, sehingga proyek ini mampu memberikan kontribusi yang cukup signifikan dalam pengembangan bisnis EBT di Indonesia,” ujar Gong Matua Hasibuan.
 
Gong Matua berharap, kehadiran proyek ini dapat menjadi pionir dan mampu menyulut pengembangan PLTS Terapung yang dapat dikembangkan di waduk lain di wilayah Indonesia.  
 
Diinformasikan, harga tenaga listrik dari PLTS ini cukup kompetitif, yakni sebesar USD 5,8 Cent / kilowatt hour (kWh). PLTS Terapung Cirata akan dijalankan oleh Pembangkitan Jawa Bali Masdar Solar Energi (PMSE) sebagai Project Company hasil bentukan dari konsorsium cucu usaha PLN, yaitu PJBI dengan porsi saham 51 persen serta perusahaan asal Uni Emirat Arab, Masdar dengan porsi saham 49 persen.
 
Diketahui, hadir dalam acara Deklarasi Financial Close, Deputi Bidang Pengendalian Pelaksanaan Penanaman Modal Imam Soejoedi, Dirjen Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan, Luky Alfirman, Dirjen Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi Kementerian ESDM, Dadan Kusdiana, serta Duta Besar Indonesia untuk Uni Emirat Arab H.E., Husin Bagis.***

Baca Juga:  Gencar Lakukan Transisi Energi, MKI: Baru Bicara Neraca Daya

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button