Bandara

Landas Hubung Bandara Diduga Tak Normal, Batik Air Gagal Terbang

Konstruksi Media – Corporate Communications Strategic of Batik Air Danang Mandala Prihantoro mengungkapkan alasan gagal terbang pesawat Batik Air.

Menurutnya, Pilot memutuskan untuk menunda keberangkatan karena merasa struktur permukaan aspal pada landas hubung (taxiway) seperti tidak normal atau berbeda dengan yang seharusnya.

“Pilot memutuskan untuk menunda keberangkatan (menghentikan pergerakan pesawat) dikarenakan merasakan struktur permukaan aspal pada landas hubung seperti tidak normal (berbeda sebagaimana semestinya),” ungkap Danang dalam keterangan resmi, dikutip Rabu (30/6).

Semula, Batik Air gagal terbang dari Bandara Internasional Aji Pangeran Tumenggung Pranoto di Samarinda, Kalimantan Timur, ke Jakarta pada Senin (28/6).

Baca Juga:  Kembangkan Bandara Kualanamu, Angkasa Pura Butuh Modal Hingga Rp56 Triliun

Batik Air dengan nomor penerbangan ID-6257 direncanakan terbang dari Samarinda pukul 15.15 WITA. Pesawat diperkirakan tiba di Bandara Internasional Soekarno Hatta pada 16.20 WIB.

Danang menjelaskan pesawat sudah sempat bergerak menuju landasan pacu (runway) melalui taxiway. Namun, ketika berada tepat di taxiway, pilot menemukan sesuatu yang janggal.

Lalu, pilot berkomunikasi dengan petugas lalu lintas udara dan petugas layanan darat (ground handling) untuk melakukan pengecekan. Batik Air pun menerima konfirmasi bahwa taxiway harus dilakukan pengecekan.

“Guna mempermudah proses pergerakan posisi pesawat ke landasan parkir (apron) dengan cara didorong, untuk mengurangi beban pesawat, maka seluruh tamu dan kargo diturunkan,” jelas Danang.

Seluruh tamu dikembalikan ke ruang tunggu untuk mendapatkan pelayanan dan informasi lebih lanjut. Danang menyatakan proses penarikan pesawat butuh waktu hingga tiga jam.

Baca Juga:  Jokowi Resmikan Bandara Mutiara Sis Al-Jufri di Palu, Senilai Rp567 Miliar

Saat ini, posisi pesawat sudah berada di landasan parkir. Batik Air menunda keberangkatan setelah mendapatkan informasi bahwa taxiway masih diperbaiki.

Sementara, waktu operasional bandara tersebut sudah habis dan kondisi sudah gelap. Dengan demikian, penerbangan dari Samarinda ke Jakarta tidak bisa dilanjutkan.

“Batik Air memberikan keterangan kepada seluruh tamu secara jelas, berdasarkan perkembangan penerbangan ID-6257 dipindahkan hari berikutnya, Selasa (29/6),” tutur Danang.

Ia menambahkan operasional dan layanan Batik Air mulai beroperasi normal kemarin. Hal ini setelah taxiway dinyatakan memenuhi kualifikasi persyaratan keamanan penerbangan. ***

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button