Renewable

Pemerintah Ingin PLTS Terapung Cirata Jadi Contoh Pengembangan EBT di Daerah Lain

Konstruksi Media – Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Pahala Nugraha Mansury mengatakan, PLTS Terapung Cirata yang menjadi proyek strategis nasional diharapkan dapat menjadi percontohan untuk pengembangan pembangkit Energi Baru Terbarukan (EBT) di daerah lain.

Hal itu disampaikan Pahala saat deklarasi kesepakatan Financial Close yang digelar PLN, PT PJB dan PT PSME pada Senin, (2/8).

“Agar Indonesia dapat mencapai target bauran EBT 23 persen di 2025, serta mendukung upaya pengurangan emisi secara signifikan,” ujar Pahala dalam keterangan dikutip pada Rabu (4/8/2021).

Baca Juga:  Tolak Holding Panas Bumi, SP PLN: Pemerintah Jangan Bikin Masalah Baru

Selain kerja sama internasional, kata Pahala, PLTS Terapung Cirata ini merupakan kerja sama pendirian perusahaan patungan antara BUMN Indonesia, PLN, dengan perusahaan milik negara Uni Emirat Arab, Masdar.
 
“Proyek ini semoga dapat menjadi pondasi dalam memperkuat kerja sama di antara kedua negara. Selain itu, diharapkan dapat memberikan manfaat untuk masyarakat sekitar dengan menciptakan lapangan kerja maupun mengangkat ekonomi regional,” katanya.

“PLTS Terapung Cirata diharapkan dapat menjadi pembelajaran, transfer teknologi dalam pengembangan EBT, dari salah satu global leader pembangkit EBT dari Uni Emirat Arab,” sambungnya.
 
Selain proyek ini, masih cukup banyak proyek strategis yang dikembangkan oleh PLN dalam hal pengembangan EBT, termasuk upaya untuk melakukan perubahan pembangkit berbahan bakar fosil ke EBT.

Baca Juga:  Dukung Energi Bersih, PLN Jalin Puluhan Kerjasama di Perhelatan EBTKE Conex 2023

“Setelah proses ini, implementasi ke depan diharapkan lancar, sehingga stakeholder bisa melihat PLTS Terapung Cirata sebagai proyek strategis nasional yang dapat diselesaikan sesuai dengan waktunya,” pungkasnya.
 
Turut hadir dalam acara Deklarasi Financial Close, Deputi Bidang Pengendalian Pelaksanaan Penanaman Modal Imam Soejoedi, Dirjen Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan, Luky Alfirman, Dirjen Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi Kementerian ESDM, Dadan Kusdiana, serta Duta Besar Indonesia untuk Uni Emirat Arab H.E., Husin Bagis.***

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button