AsosiasiJalan

ATI Sebut Penyelesaian Tol Baru Berpotensi Terhambat Prokes

Konstruksi Media-Asosiasi Jalan Tol Indonesia (ATI) buka suara terkait potensi keterlambatan penyelesaian proyek tol baru.

Padahal, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menargetkan akan ada tambahan 19 ruas jalan tol yang beroperasi pada akhir 2021.

Seluruh ruas tersebut akan menambah panjang jalan tol beroperasi sebanyak 427 kilometer.

“Harapan kami 400 kilometer yang diprediksi on operation tahun ini bisa dipenuhi. Ini memerlukan dukungan BPN [Badan Pertanahan Nasional], kreditur, dan regulator,” ujar Sekretaris Jenderal ATI Krist Ade Sudiyono dalam Konferensi Pers, kemarin.

Baca Juga:  ATI Tunggu Persetujuan Desain Sistem Pembayaran Tol Tanpa Sentuh

Dalam menuntaskan proyek tol itu, ungkapnya, badan usaha jalan tol dihadapi tiga tantangan besar. Yakni, keselamatan pekerja konstruksi, penyediaan lahan, dan penyaluran kredit.

Terkait keselamatan pekerja, kata Krist, penerapan protokol kesehatan (prokes) saat proses konstruksi berlangsung menjadi salah satu kendala perkembangan konstruksi.

Pasalnya, jumlah pekerja yang ada di wilayah konstruksi harus dikurangi untuk menghindari potensi kerumunan.

Lalu soal penyediaan lahan yang juga sulit dilakukan. Krist menduga penerapan protokol kesehatan menjadi salah satu faktor lambatnya pembebasan lahan.

Menurutnya, protokol kesehatan juga mengurangi jumlah verifikator tanah di lapangan.

Ketiga, penyaluran kredit perbankan yang makin selektif. Krist berpendapat saat ini pihak perbankan tidak memiliki appetite dan mitigasi risiko yang sama dengan masa pra-pandemi.

Baca Juga:  PUPR Lakukan Penilaian Jalan Tol Berkelanjutan Tahun 2021, Tingkatkan Pelayanan dan Pengelolaan

“Di beberapa ruas yang dalam tahapan financial close akan terhambat. Itu juga membuat kinerja penambahan kilometer jalan tol akan terpengaruh,” ucapnya.

Sebelumnya, Staf Ahli Menteri PUPR Bidang Teknologi, Industri, dan Lingkungan Endra S. Atmawidjaja mengatakan panjang jalan tol nasional telah bertambah sebanyak 54,69 kilometer pada Januari-April 2021 atau 12,8 persen dari target tahun ini.

Dengan demikian, harus ada penyelesaian konstruksi tol sepanjang 372,31 kilometer untuk mencapai target penambahan tol 2021.

“Ditargetkan tahun 2021 sebanyak 19 ruas [tol] sepanjang 427 kilometer yang telah dan akan tuntas sehingga secara keseluruhan 2.746 kilometer jalan tol yang akan selesai dan dan beroperasi di seluruh Indonesia pada akhir 2021,” katanya. ***

Baca Juga:  Kontribusi Signifikan ATI dalam Pembangunan Jalan Tol

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button