Korporasi

Bakal Bangun Pabrik di Bintuni, Pupuk Kaltim Rencana IPO Tahun Depan

Konstruksi Media – Sepanjang Kuartal I 2021, PT Pupuk Indonesia (Persero) berhasil mencatatkan kinerja positif. Hingga Maret 2021, perseroan berhasil mencatat laba sebesar Rp929 miliar, atau 104% dari target RKAP.

Direktur Utama Pupuk Indonesia Bakir Pasaman mengakui, pihaknya akan membangun pabrik baru di Bintuni, Papua Barat. Namun, pembangunan pabrik baru ini membutuhkan pendanaan tidak sedikit.

Untuk itu, kata Bakir, PT Pupuk Kalimantan Timur atau Pupuk Kaltim berencana akan mencatatkan saham perdana (IPO) di Bursa Efek Indonesia pada kuartal II-2022.

Baca Juga:  Lima Startups Binaan Perusahaan Transportasi Ini Siap Masuk Pasar

“Pendanaan untuk proyek Bintuni direncanakan akan dipenuhi dari rencana IPO Pupuk Kaltim yang akan dilakukan di kuartal II 2022 dan dana ini digunakan untuk pengembangan proyek di Bintuni,” kata Bakir dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi VI DPR, kemarin.

Dia menjelaskan, proyek Bintuni akan dilakukan pengembangan produksi amonia, urea, dan methanol. Untuk methanol akan dilaksanakan secara joint venture dengan induk usaha, yakni Pupuk Indonesia Group sebagai mayoritas kepemilikan saham perusahaan.

Pabrik amonia rencananya akan dibangun  dengan kapasitas 2.500 MTPD, sedangkan urea 3.500 MTPD, dan methanol dengan target 1 juta ton per tahun atau 3.000 MTPD. Pabrik akan dibangun di Area LNG Tangguh Teluk Bintuni, Papua Barat.

Baca Juga:  IPO Bank Sumut, Schroders Indonesia: Belum Menarik untuk Saat Ini

“Lokasi ini belum kami survei tapi sudah kami rencanakan dan sudah dibicarakan karena kami khawatir kalau nanti tiba-tiba lokasi yang dialokasikan isinya rawa semua tentunya tidak bisa kita jalan karena akan mengganggu keekonomian proyek. Lokasi ini akan kami kaji lebih dalam dan mudah-mudahan kalau ini tidak rawa nantinya mudah-mudahan masih bisa dipakai,” tutur dia.

Adapun pembangunan Proyek Bintuni punya beberapa tujuan, di antaranya monetisasi potensi gas di Papua Barat dan pengembangan industri pupuk di wilayah timur Indonesia. Pabrik amonia, urea, dan methanol ditargetkan beroperasi secara komersil pada kuartal IV 2027. ***

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button