AdvertorialHighlights

Baru Satu Tahun Didirikan, Ecobuild Raih Penghargaan dari GBCI

PT Eco Build Indonesia mendapat penghargaan sebagai Konsultan Pendatang Baru untuk kategori Best Sustainable Leadership Green Building Consultant (New Comer) dalam ajang Greenship Award 2023.

Konstruksi Media, Jakarta – Sebagai ‘pendatang baru’ (new comer), kiprah PT Ecobuild patut diperhitungkan dalam bidang konsultan bangunan hijau di negeri ini.

Betapa tidak, hanya setahun setelah berkiprah sebagai konsultan, perusahaan yang digawangi Wiza Hidayat sebagai CEO ini, menjadi salah satu penerima penghargaan dari Green Building Council Indonesia (GBCI).

Dalam ajang Greenship Award 2023 yang dihelat GBCI pada 19 Desember 2023 silam, Ecobuild menyabet penghargaan sebagai “Best Sustainable Leadership Green Building Consultant (New Comer).”

Greenship adalah sebuah produk sistem rating bangunan hijau yang dikeluarkan GBCI dan sudah dikembangkan sejak 2009. Greenship merupakan sistem penilaian yang digunakan sebagai alat bantu dalam rangka menerapkan praktik-praktik terbaik dan berupaya untuk mencapai standar yang terukur serta dapat dipahami oleh masyarakat umum beserta para pengguna bangunan.

Penghargaan bergengsi di bidang Greenship di kancah nasional ini tentu saja membuat seluruh awak PT Ecobuild merasa bangga. Tak terkecuali Wiza Hidayat.

Baca jugaGBCI Terlibat Dalam Konsep Pembangunan Berkelanjutan Sarana dan Prasarana MRT Jakarta

Kepada konstruksimedia.co.id yang menemuinya di sebuah pusat niaga di Jakarta Selatan, Wiza mengaku bangga dengan penghargaan yang diraih dalam ajang Greenship Award 2023 yang digelar GBCI.

Baca Juga:  Basuki Hadimuljono Lantik Pengurus Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia 2023-2027

“Kami merasa bangga, Sebab para peserta dalam ajang Greenship Award 2023 adalah para senior yang sudah terlebih dahulu berkiprah sebagai konsultan bangunan hijau. Sedangkan kami merupakan ‘pemain baru’,” kata Wiza.

Wiza mengisahkan, pendirian Ecobuild terjadi secara tidak sengaja. Mulanya, Wiza yang sebelumnya sudah 12 tahun berkiprah di bidang perancangan dan pembangunan, mendapat proyek pembuatan sertifikasi green building dari salah satu kliennya.

Lantaran masih awam, pria jebolan Teknik Industri Institut Teknologi Bandung (ITB) ini lantas mencari sejumlah konsultan green building yang bisa diajak kerjasama. Pencarian ini kemudian membawa dirinya bertemu Yadi Krisnadi (Arsitek dan Ahli Manajemen Konstruksi) dan Taufik Hendra (Ahli Manajemen Gedung) yang sudah mulai berpraktisi secara mandiri.

Baca juga: Jokowi Groundbreaking Kantor Otorita IKN dengan Nilai Konstruksi Rp509 Miliar

Usai menggarap proyek sertifikasi green building tersebut (dengan hasil Platinum), komunikasi ketiganya berjalan intens karena kesamaan visi dan ketertarikan dalam praktek green building. Pada 2022, ketiganya bersepakat mendirikan perusahaan konsultan green building yang kemudian diberi nama PT Eco Build Indonesia, dan secara legalitas baru lahir di pertengahan 2023.

Baca Juga:  PUPR Tuntaskan Pembangunan JPO Stadion JIS, Venue Piala Dunia U-17

Wiza menjelaskan, Ecobuild adalah perusahaan konsultan Indonesia dengan keahlian di bidang konsultansi bangunan hijau (Green Building Consultant). “Ecobuild didirikan dengan misi untuk memecahkan masalah terkait iklim melalui solusi bangunan ramah lingkungan dan berkelanjutan untuk masa depan yang lebih baik,” katanya.

“Ecobuild terdiri dari para profesional berbakat dengan rekam jejak panjang dalam konsultansi bangunan ramah lingkungan yang memiliki minat besar dalam inisiatif bangunan ramah lingkungan dan keberlanjutan,” Wiza menambahkan.

Layanan jasa yang diberikan Ecobuild antara lain Konsultansi Bangunan Hijau; Sertifikasi Hijau (Greenship, EDGE, BGH, LEED, WELL, Parksmart, Greenmark); Tidak hanya sertifikasi, Ecobuild juga memiliki sejumlah program edukasi dan riset seputar praktik bangunan hijau. Ecobuild juga mengajak client dan masyarakat dalam beberapa Green Activities seperti penanaman pohon, clean up dan kampanye untuk meningkatkan kesadaran tentang pentingnya praktik bangunan hijau untuk masa depan.

Baca Juga:  Basuki Hadimuljono Lantik Pejabat Kementerian PUPR, Berikut Daftarnya

Meski baru terlahir, Eco Build sudah kebanjiran order. Maklum, ketiga pendiri Ecobuild, sudah malang-melintang di bidangnya masing-masing sehingga tidak terlalu sulit untuk mendapatkan klien.

Sejak berdiri hingga Januari 2024, Ecobuild sudah menangani lebih dari 35 proyek yang tersebar di 15 kota di Indonesia. Antara lain Pakuwon Center, RS Hermina IKN, Gedung Otoritas IKN, Auto 2000, Sekolah Tinggi BMKG Tangerang, Gedung Indonesia Manufacturing Center (IMC), Gedung Pama Persada Nusantara, Menara Wika 2, Gedung Toyota Motor, Pusat Data Nasional, Kantor Gubernur Sulawesi Barat, Gedung Pusat Penelitian IPB, dan masih banyak lagi.

Saat ini, Ecobuild digandeng GBCI untuk menggarap pilot project Greenship Neighborhood di kawasan industri Batam dan Greenship Data Center di Pusat Data Nasional Kemenkominfo.

“Tentu saja kami merasa senang sebab meski baru lahir tetapi sudah mendapat kepercayaan dari GBCI untuk menggarap beberapa pilot project diantaranya Greenship Neighborhood v1.1 dan Greenship Data Center v1.0. Proyek-proyek ini in sya Allah akan menjadi referensi pembangunan berkelanjutan kepada para pelaku pasar untuk mewujudkan Indonesia Net Zero Emission 2060,” pungkasnya. (Hasanuddin)

Related Articles

Back to top button