Jalan

Bina Marga Gunakan OPOR Tuntaskan Proyek Infrastruktur

Konstruksi Media – Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Hedy Rahadian mengakui terjadi konstraksi anggaran yang cukup besar.

Namun, pihaknya akan terus melanjutkan pembangunan di bidang konektivitas, terutama penyelesaian infrastruktur jalan dan jembatan yang sudah mulai dibangun dan pemanfaatan infastruktur yang sudah terbangun.

Sesuai arahan Menteri PUPR, pihaknya akan menggunakan metod Optimalisasi, Pemeliharaan, Operasi, Rehabilitasi (OPOR).

“Kita akan fokus menyelesaikan infrastuktur yang sudah dimulai dan memanfaatkan yang sudah terbangun. Untuk program-program yang baru akan dibatasi,” ujar Hedy dalam keterangan tertulis, Jumat (11/6/2021).

Baca Juga:  Dukung Akses Bandara Kertajati, PUPR Pastikan Tol Cisumdawu Selesai Tahun Ini

Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR sendiri mendapat pagu indikatif anggaran 2022 sebesar Rp 39,7 triliun. Dari besaran tersebut dialokasikan Rp 37,3 triliun untuk program konektivitas dan Rp 2,4 triliun untuk program dukungan manajemen.

Program konektivitas terdiri dari program committed (Rp 18,2 triliun) dan program noncommitted (RP 19,28 triliun), sedangkan untuk kegiatan baru tidak dialokasikan.

Pada 2022, Direktorat Jenderal Bina Marga akan memprioritaskan pembangunan dan duplikasi jembatan (4.937 m), preservasi dan penggantian jembatan (88.039 m), pembangunan jalan (239 km), peningkatan kapasitas dan preservasi struktur jalan (2.230 km).

Kemudian, penanganan mendesak dan tanggap darurat, peningkatan aksesibilitas flyover/underpass/terowongan (427 m), peningkatan konektivitas jalan bebas hambatan (16,2 km), preservasi rutin jalan dan jembatan nasional, serta revitalisasi drainase.

Baca Juga:  Diprediksi Butuh Rp100 Miliar, Jembatan Geladak Perak Bakal Segera Dibangun

Dari total anggaran program padat karya Kementerian PUPR sebesar Rp 13,6 triliun, Direktorat Jenderal Bina Marga mendapat alokasi sebesar Rp 4,5 triliun. Alokasi anggaran padat karya yang diterima Direktorat Jenderal Bina Marga untuk tahun 2022 ini mengalami peningkatan dibandingkan pada tahun 2021 yang sebesar Rp 3,1 triliun.

Adapun program padat karya bidang Bina Marga nantinya akan digunakan untuk preservasi jalan, preservasi jembatan, dan revitalisasi drainase.

“Anggaran padat karya Rp 4,5 triliun digunakan baik untuk program khusus padat karya, maupun juga program-program lainnya yang menggunakan metode padat karya,” ujar Hedy. ***

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button