Product

Ekspansi Korporasi, Transkon Jaya Tambah Modal Rp100 Miliar

Konstruksi Media – PT Transkon Jaya Tbk (TRJA),perusahaan yang bergerak di bidang penyewaan kendaraan berat di kawasan pertambangan akan anggaran belanja modal (capex) sebesar Rp 100 miliar yang dialokasikan untuk uang muka kendaraan dan penguatan persediaan suku cadang.

Aksi ini dilakukan dalam rangka menunjang target pertumbuhan dan rencana ekspansi korporasi.

Direktur Utama Transkon Jaya Lexi Roland Rompas menegaskan, pihaknya akan tetap fokus memperkuat core business di bidang usaha penyewaan kendaraan dan penyedia layanan jaringan internet. 

“Di core business kami masih banyak peluang yang bisa digali. Strategi kami terus mencari peluang bisnis pada core usaha Transkon Jaya,” ujar Lexi dalam keterangan tertulis yang dikutip, Selasa (6/7/2021).

Bahkan, ungkapnya, untuk meningkatkan kualitas layanan dan kepercayaan konsumen, pihaknya telah melakukan kick off meeting untuk bisa meraih ISO 9001:2015.

Baca Juga:  Motor Listrik GESITS Buatan ITS, Jadi KDO Terminal Teluk Lamong

“Kami mengharapkan ISO ini akan memberi keyakinan tambahan kepada customer untuk menggunakan layanan kami,” ucapnya.

Sekretaris Perusahaan Transkon Jaya Alexander Syauta mengakui, pihaknya sedang membidik sejumlah kontrak baru dengan memperluas portofolio segmen bisnisnya.

Menurutnya, Transkon Jaya terus mengembangkan bisnis di luar portofolio batubara. Saat ini, pendapatan dan bisnis penyewaan kendaraan Transkon Jaya masih didominasi dari segmen batubara dengan kontribusi hingga 85%. 

“Perusahaan terus mengembangkan bisnis di luar portofolio batubara termasuk nikel dan infrastruktur. Target bisa mengurangi portofolio dari pendapatan yang terkait dengan industri batubara sebanyak 5% di tahun ini,” kata Alexander.

Tak hanya dari lini bisnis penyewaan kendaraan, pihaknya juga terus memperluas usaha penyedia layanan jaringan internet. Saat ini, ungkapnya, telah ada permintaan baru jaringan internet di Kalimantan Timur.

Kontribusi pendapatan dari lini bisnis jaringan internet pun ditargetkan bisa terdongkrak naik.

Baca Juga:  ARFI Sambut Baik Penggunaan Produk Dalam Negeri di IKN

“Saat ini sumbangsih ke pendapatan sekitar 2,5% dari internet. Kami mengharapkan akan naik menjadi 5% di akhir tahun ini,” sambung Alexander.

Sebagai informasi, pada kuartal pertama tahun ini, perusahaan dengan emiten TRJA ini menggarap empat proyek terbaru di Halmahera – Maluku Utara, Tarjun – Kalimantan Selatan, Berau – Kalimantan, dan Tumbang Olong – Kalimantan Tengah.

Dari sisi wilayah, Alexander mengungkapkan bahwa TRJA akan lebih ekspansif untuk merambah pelanggan di wilayah Indonesia bagian timur. “Saat ini Indonesia timur merupakan daerah yang kami fokuskan. Ini komitmen kami dari semester kedua tahun lalu untuk terus menggali kesempatan-kesempatan baru di sana,” imbuh dia.

Dari sisi perolehan kontrak baru, hingga pertengahan tahun ini TRJA sudah mengantongi nilai kontrak sebesar Rp 125 miliar untuk jangka waktu tiga tahun ke depan. TRJA pun mengestimasikan setidaknya bisa mengantongi sembilan kontrak baru di tahun ini.

Baca Juga:  Adhi Karya Siapkan Capex Rp1 Triliun dari Dana Right Issue

Pada semester kedua 2021, TRJA menjajaki lima kontrak baru dengan nilai sekitar Rp 100 miliar, dengan kontrak yang berlaku untuk tiga sampai empat tahun ke depan. Pada tahun 2021, TRJA pun memproyeksikan pertumbuhan pendapatan dan laba bersih sekitar 10%.

Namun, raihan kinerja TRJA juga akan terganggu ketersediaan unit dari Agen Tunggal Pemegang Merek (ATPM).

Mengenai pengadaan kendaraan, TRJA juga sedang menjajaki penyediaan mobil listrik dengan salah satu ATPM. Hal ini menjadi strategi TRJA dalam meningkatkan kualitas dan inovasi layanan. “Kami beberapa minggu belakangan ini berbicara dengan salah satu ATPM yang menyediakan mobil listrik, ini yang akan menjadi terobosan kami di 2021,” ungkap Alexander. 

Sebagai informasi, pemegang saham TRJA telah menyetujui pembagian dividen tunai dari laba bersih tahun buku 2020 dengan jumlah laba sebesar Rp 4,53 miliar. Dividen tunai akan dibagikan sebesar Rp 3 per saham. ***

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button