Korporasi

Jadikan PT PP Lebih Adaptif, Novel Arsyad Banggakan Dua Anak Usaha

Konstruksi Media – Direktur Utama PT PP (Persero), Novel Arsyad mengakui, Transformasi bisnis yang dilakukan anak usaha akan mewujudkan PT PP (Persero) menjadi perusahaan yang adaptif, dinamis dan sustainable.

Dia mencontohkan, dua anak usaha kebanggaannya, yakni PT PP Presisi Tbk (PPRE) dan PT PP Properti Tbk (PPRO). Kedua anak usaha itu mendongkrak kinerja PT PP (Persero) meraih target yang ditetapkan meski dilanda pandemi Covid-19.

“Di tengah kondisi market saat ini, kami optimis dapat mencapai kinerja yang ditargetkan melalui transformasi bisnis yang juga dilakukan oleh seluruh anak perusahaan,” ujar Novel Arsyad dalam keterangan tertulis, Selasa (6/7/2021).

Baca Juga:  Jakarta Infrastruktur Propertindo-Kemenko Polhukam Teken MoU Optimalisasi Literasi Digital

Menurutnya, diversifikasi yang dilakukan PPRE ke jasa pertambangan, telah mendorong perolehan kontak baru pada kuartal I 2021 naik 92 persen menjadi Rp 813,2 miliar.

Bahkan, ungkapnya, pencapain itu bertambah menjadi Rp 2,2 triliun hingga akhir bulan Mei 2021.

“Upaya yang dilakukan PPRE dengan shifting dari kontraktor sipil dan umum, ke kontraktor jasa pertambangan sebagai strategi perusahaan untuk dapat tumbuh lebih dinamis,” katanya.

Terlebih jasa tambang, kata Novel, mampu memberikan pendapatan lebih stabil, dibandingkan konstruksi melalui skema kontrak kerja produksi jangka panjang hingga 4 tahun.

“Pemerintah juga terus meningkatkan percepatan pembangunan smelter dengan target 30 smelter hingga 2024. Kondisi tersebut tentunya membuka peluang bagi anak perusahaan kami yaitu PPRE untuk dapat memasuki sektor jasa pertambangan dan berkontribusi dalam peningkatan produksi nikel,” ujar Novel.

Baca Juga:  Unpad Teken Pekerjaan Konstruksi RSPTN dengan PT PP

Ia menyebut, diperolehnya dua kontrak baru PPRE dari sektor jasa pertambangan yakni jasa tambang nikel Morowali dan Hauling Road Upgrading serta Stockyard Area Weda Bay Nickel, menambah keyakinan PPRE memperoleh sedikitnya tambahan tiga kontrak baru di sektor tersebut, hingga lebih dari Rp 1,5 triliun sampai dengan akhir 2021.

“Prospek untuk penambahan kontrak baru dari sektor jasa pertambangan diharapkan dapat mendukung target kontribusi lini bisnis jasa pertambangan hingga sebesar 20 persen terhadap target pendapatan PPRE pada 2021,” tuturnya.

Sementara pada sektor residensial, lanjut Novel, PPRO fokus menargetkan pemasaran melalui segmen student apartment dan penjualan rumah tapak (landed house) sebesar 60 persen dari target penjualan di tahun ini.

Baca Juga:  Kejar Target Penyerapan Anggaran, Waskita Kebut Sejumlah Proyek

Menurutnya, PPRO yang mempunyai tiga segmen usaha yaitu residential, commercial dan Hospitality, telah mengembangkan sekitar 53 proyek, yakni 35 residential, 12 mall & edutaiment, dan 6 hospitality.

“Kami memproyeksikan target penjualan PPRO sampai akhir tahun ini sekitar Rp 1,7 triliun, dengan kontribusi dari segmen realti sebesar Rp 1,6 triliun dan dari segmen komersial senilai Rp 109 miliar,” ujar Novel.

Pada sektor residensial, kata Novel, PPRO fokus menargetkan pemasaran melalui segmen student apartment dan penjualan rumah tapak (landed house) sebesar 60 persen, penjualan lahan 35 persen dan sisanya recurring income sebesar 5 persen.***

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button