Pelabuhan

Kembangkan Pelabuhan Hub Internasional, Ini Harapan KBS Untuk Regulator

Konstruksi Media – Direktur Utama PT Krakatau Bandar Samudera (KBS) Akbar Djohan mengatakan, KBS berpeluang untuk mempromosikan potensi Krakatau International Port menjadi hub internasional khusus kargo curah guna mengefisienkan kargo curah di Indonesia.

Namun, Akbar menyebut bahwa untuk mewujudkan hal itu, pemerintah diharapkan dapat bersinergi bersama melalui 5 hal.

“Pertama, percepatan dan penyederhanaan regulasi kepelabuhanan dan logistik nasional. Kedua, integrasi perizinan secara online di Kemenhub atau instansi terkait. Ketiga, relaksasi terhadap PNBP dan PPH di lingkungan pelabuhan dan logistik nasional,” ujarnya dalam dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Senin (28/6/2021).

Baca Juga:  Progres Pembangunan Pelabuhan Sanur di Bali Capai 94,13%

“Keempat, konsolidasi dan integrasi data terkait komoditas strategis dan penting nasional di setiap provinsi. Kelima, kemudahan dalam menetapkan Krakatau International Port menjadi free trade zone dan international hub untuk kargo curah nasional,” tambahnya.

Namun begitu, Supply Chain Indonesia (SCI) Setijadi menyatakan ada 5 tantangan pengembangan pelabuhan hub internasional yang dihadapi Indonesia saat ini. Ia menjelaskan, tantangan pertama adalah terkait dengan masalah skala ekonomi muatan karena keberadaan banyak pelabuhan di Indonesia yang mengakibatkan volume muatan tersebar.

Kedua, integrasi pelabuhan, pelayaran, dan industri yang belum optimal. Ketiga, dukungan stakeholders mulai dari kementerian/instansi terkait, operator pelabuhan, industri, asosiasi, penyedia jasa logistik, hingga pemerintah daerah.

Baca Juga:  Covid-19 Melandai, Usaha Angkutan Laut Mulai Bergeliat

“Masalah keempat dan kelima adalah konsistensi program pembangunan industri dan rencana pengembangan sistem transportasi. Inkonsistensi mengakibatkan ketidakpastian yang menyulitkan pemerintah pusat dan pemerintah daerah maupun pelaku usaha dalam melakukan perencanaan,” katanya

Pada kesempatan yang sama, Ketua Bidang Angkutan Peti Kemas Luar Negeri DPP INSA Teguh Basuseto menyebutkan ada 5 pelabuhan utama dengan kontribusi arus peti kemas sebesar 6,7 juta TEU’s.

Pelabuhan-pelabuhan itu adalah Tanjung Priok, Tanjung Perak, Tanjung Emas, Belawan, dan Makassar. Kriteria pelabuhan hub internasional mencakup lokasi yang dekat dengan alur pelayaran dunia; free trade area untuk menarik kargo dari negara-negara sekitar; tarif atraktif, jelas, dan terukur; infrastruktur memadai; dan ketersediaan sarana pendukung.

Baca Juga:  Menhub Percepat Pembangunan Pelabuhan Tanjung Carat, Target Mulai 2024

Dengan karakteristik tersebut, kata dia, beberapa pelabuhan tersebut lebih tepat disebut gateways ports (hub domestik). Sementara untuk pelabuhan Belawan, dia berpendapat bisa memenuhi kriteria lokasi pelabuhan hub internasional.

Sementara itu, CEO & Co-Founder myshipgo Harlin E. Rahardjo menyebut pandemi Covid-19 mengakibatkan ekonomi nasional terpukul sehingga perlu terobosan-terobosan kreatif agar pemulihannya bisa lebih cepat. Salah satu terobosannya yaitu mengoptimalkan pelabuhan hub internasional mengingat posisi Indonesia sangat strategis dalam jalur perdagangan dunia. ***

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button