Bandara

Lalu Lintas Soetta Makin Padat, AP I Tawarkan Bandara Hang Nadim Jadi Hub Kargo Internasional

Konstruksi Media – PT Angkasa Pura I (Persero) atau AP I sebagai pengelola Bandara Hang Nadim di Batam menawarkan diri menjadi hub kargo internasional.

Pengelolaan Bandara Hang Nadim ini dipercayakan kepada AP I bersama Incheon International Airport Corporation (IIAC) dan PT Wijaya Karya Tbk.

Direktur Utama PT Angkasa Pura I (Persero) Faik Fahmi mengatakan bandara Hang Nadim akan dikembangkan untuk menjadi hub destinasi penerbangan yang lebih luas dan hub logistik serta kargo di wilayah barat Indonesia.

“Lokasi Bandara Hang Nadim Batam yang cukup strategis di regional Asia Tenggara dan berdampingan dengan pelabuhan kargo dan kawasan industri membuat bandara ini cocok untuk dijadikan pusat logistik. Hal ini didukung kuat oleh peran IIAC dalam pengembangan Bandara Hang Nadim Batam,” ujar Faik Fauzi dalam keterangan tertulis, kemarin.

Baca Juga:  Telan Rp6,9 triliun, Pengembangan Bandara Hang Nadiem Dipercepat

Menurutnya, pengembangan Bandara Hang Nadim Batam sebagai hub kargo internasional dilakukan dengan upaya menarik trafik kargo dari Amerika dan Eropa agar dapat transit di Batam untuk kemudian melanjutkan penerbangan ke Australia.

Selain itu, katanya, Bandara Hang Nadim Batam juga dapat menjadi alternatif transit bagi maskapai-maskapai nasional yang akan mengeksplorasi pengoperasian rute khusus kargo dari dan ke China, Jepang, India, Timur Tengah, tanpa harus ke Singapura

“Untuk hub kargo domestik, peran Angkasa Pura I ditopang melalui anak perusahaan yaitu PT Angkasa Pura Logistik yang akan menjadikan Bandara Hang Nadim sebagai hub kargo untuk rute Sumatera, Jawa, dan wilayah timur Indonesia seperti Balikpapan, Makassar, dan lainnya,” jelasnya.

Baca Juga:  AP I Buka Seleksi Mitra Pengelola Kargo di Dua Bandara Internasional

Dikatakan Faik Fahmi, sektor kargo dan logistik merupakan salah satu sektor andalan yang memiliki potensi pertumbuhan, baik pada masa pandemi maupun pasca pandemi.

Senada dengannya, Direktur Utama PT Angkasa Pura Logistik Danny P. Thaharsyah mengharapkan dengan keberadaan bandara tersebut bisa memperkuat logistik di Batam dengan konektivitas laut dan udara. Hal tersebut, lanjutnya, akan membutuhkan dukungan berupa aturan baru dari Badan Pengelola (BP).

Danny memaparkan saat ini pergerakan logistik udara masih terkonsentrasi di Bandara Soekarno–Hatta,sebagai hub internasional. Sementara itu, bandara hub internasional lainnya seperti I Gusti Ngurah Rai, Bali lebih banyak berfokus kepada angkutan penumpang.

“Kalau kargo mayoritas lewat Soetta yang kondisinya sekarang cukup padat bahkan pada saat pandemi. Sebelum lebaran kemarin juga overload. Apalagi airlines kondisi kurang baik sehingga keterbatasan mengangkut penumpang. Kami melihat peran strategis ini yang bisa dikembangkan di Batam. Sebagai internastional hub transportasi udara bsia diekmbangkan dan mengurangi beban Soetta,” katanya.

Baca Juga:  Jelang KTT G20, Bandara Ngurah Rai Bali Berbenah

Menurutnya, letak Batam juga posisinya strategis dari sisi jalur logistik laut. Pemerintah, lanjutnya, bisa memberikan peranan lebih baik lagi dalam logistik nasional. Dengan demikian, tekannya, distribusi domestik bisa dilakukan melalui udara dna kapal laut.

“Kami harapkan pengembangan infrastruktur dan regulasi mendukung supaya bisa kami kembangkan Batam sebagai internasional hub logistik,” imbuhnya. ***

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button