Apartemen

Rampung, Rusun Mahasiswa Senilai Rp16,26 Miliar Diserahkan Ke Undiksha

Konstruksi Media – Direktur Jenderal Perumahan Kementerian PUPR Khalawi Abdul Hamis mengatakan, pihaknya telah menggelar serah terima pemanfaatan aset rumah susun (rusun) mahasiswa kepada pihak Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha).

Menurutnya, rusun dengan anggaran senilai Rp16,26 miliar itu berupa satu tower dengan jumlah hunian sebanyak 43 unit yang dapat menampung sebanyak 84 orang mahasiswa.

“Fasilitas yang ada di rusun ini juga sudah lengkap sehingga mahasiswa tinggal masuk membawa pakaian dan fokus belajar bersama teman-teman,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa (13/7/2021).

Baca Juga:  Program Intiland Collections Incar Penjualan Rp475 Miliar

Lebih lanjut Khalawi menyampaikan, pembangunan rusun untuk mahasiswa oleh PUPR tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Salah satu tujuan pembangunan rusun mahasiswa ini, lanjut Khalawi, antara lain melatih mahasiswa untuk terbiasa hidup di hunian vertikal.

“Ke depan lahan untuk perumahan semakin terbatas sehingga pembangunan hunian diarahkan ke pembangunan hunian vertikal,” katanya.

Sementara itu, Kepala Satuan Kerja Penyediaan Perumahan Provinsi Bali Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan (P2P) Jawa IV I Wayan Suardana menyebutkan, rusun mahasiswa Undiksha tersebut dibangun di Jalan Jatayu, Kelurahan Kaliuntu, Kecamatan Buleleng, Buleleng, Bali.

Rusun tipe 24 tersebut saat ini proses pembangunan di lapangan telah selesai. Dengan rampungnya kegiatan pembangunan dan fasilitas pendukung rusun mahasiswa maka telah diserahkan ke pihak universitas selaku pihak pengelola .

Baca Juga:  Catat! Program Direktorat Jenderal Perumahan untuk Pembangunan IKN Nusantara

“Tim pengelola rusun tersebut tidak hanya bertugas untuk memastikan pengelolaannya saja, tetapi juga mencakup perawatan gedung, mendata fasilitas, termasuk memfasilitas keluhan-keluhan yang muncul dari penghuni,” ungkap Suardana.

“Kepada para mahasiswa yang memanfaatan rusun juga harus menjaga ketertiban. Oleh karena itu, pengelola diharapkan dapat menyiapkan aturan maupun sanski bagi mahasiswa yang melanggar peraturan. Ini sangat penting, aset harus jelas keberadaannya,” lanjutnya.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Administrasi, Keuangan, dan Sumber Daya Manusia Undiksha, I Wayan Lasmawan berharap rusun ini menjadi sentral pendidikan karakter bagi para penghuni.

“Rusun ini sudah ditempati mulai 1 Juli 2021. Penghuni dikenakan biaya operasional setiap tahun yang jauh lebih murah jika dibandingkan dengan biaya kamar kos,” tandas Lasmawan.

Baca Juga:  Basuki Hadimuljono Tinjau Penghunian Rusun ASN BPKP Kupang

Berdasarkan data yang ada, Rusun yang dibangun satu tower ini ini nantinya bisa menampung sebanyak 84 orang mahasiswa. Akan tetapi, berdasarkan pendaftaran secara online yang dibuka oleh pihak kampus, peminatnya mencapai ratusan orang.

“Keamanan mahasiswa pasti terjamin apabila tinggal disini karena ada petugas yang akan menjaga selama 24 jam serta ada ibu asrama dan stafnya. Untuk mengelola kebersihan dan sanitasi pihaknya akan menugaskan petugas kebersihan sehingga mahasiswa bisa fokus kuliah,” pungkasnya.***

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button