Korporasi

RUPS PT Delta Djakarta Setujui Mundurnya Sarman Simanjorang Dari Posisi Komut

Konstruksi Media – Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Delta Djakarta Tbk menyetujui pengunduran diri Sarman Simanjorang dari jabatan Komisaris Utama (Komut).

Posisi Komut PT Delta Djakarta langsung diisi DR.Roy Pakpahan, yang semula anggota komisaris mendapat penugasan resmi dari Pemprov DKI Jakarta sebagai Komisaris Utama.

Sedangkan yang menggantikan Roy Pakpahan sebagai anggota Komisaris yang mewakili Pemprov DKI Jakarta adalah Samuel Nitisaputra.

“Pada RUPS tahun 2020 lalu,jabatan saya masih diperpanjang sampai dengan tahun 2023. Namun saya tidak dapat menyelesaikan masa bhakti ini karena saya mendapat tugas baru di BUMN tepatnya menjadi Komisaris di PT.Pertamina Geothermal Energy salah satu anak perusahaan PT.Pertamina (Persero),” ujar Sarman Simanjorang kepada wartawan, Selasa (24/8/2021).

Pengunduran diri Sarman dari PT Delta Djakarta diyakini mengacu pada aturan di Pemprov DKI Jakarta bahwa Komisaris BUMD tidak boleh merangkap Komisaris di BUMN.

Baca Juga:  Perusahaan Gas Negara Gelar RUPST, Cek Susunan Komisaris Terbaru

“Saya mengucapkan terima kasih kepada bapak Gubernur Anies Baswedan dan pak Sandiaga S Uno Wakil Gubernur DKI Jakarta saat itu yang telah memberikan kepercayaan dan kesempatan berkarya di lingkungan BUMD milik Pemprov DKI Jakarta selama 3 tahun 4 bulan,” kata Sarman Simanjorang.

Dia memastikan, PT Delta Djakarta sebagai salah satu usaha patungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memiliki kinerja mumpung. Bahkan, perusahaan yang memproduksi minuman beralkohol ini dipastikan telah sesuai aturan korporasi dan regulasi lain yang telah ditetapkan oleh Pemerintah.

“Saya menilai bahwa PT.Delta Djakarta memiliki kinerja yang sangat baik karena dikelola oleh tim manajemen yang sangat professional dan sangat mumpuni,” ucap Sarman Simanjorang.

Sejak masuk di PT Delta Djakarta per 25 April 2018, ungkap Sarman Simanjorang, kinerja perusahaan bir itu terus membaik.

Baca Juga:  Total Bangun Persada Catatkan Kontrak Baru Senilai Rp1,23 Triliun

Hal ini tercermin dalam RUPS PT Delta Djakarta tahun 2019, dividen yang disetor ke kas Pemda DKI naik sebesar Rp100,48 miliar atau meningkat 88,3% dibandingkan dengan tahun buku sebelumnya 2018 sebesar Rp54,6 miliar.

“Tahun buku 2019 PT.Delta Djakarta mencatat laba bersih sebesar Rp317 miliyar turun sebesar 8,8% dari tahun buku 2018,” tegasnya.

Memasuki tahun 2020, lanjut Sarman, pandemi Covid-19 memberikan dampak dan tekanan ekonomi bagi seluruh sendi kehidupan, termasuk ke PT Delta Djakarta.

Diakuinya, tingkat penjualan minuman keras pada tahun 2020 mengalami penurunan sampai dengan 33,9% akibatnya anjloknya kunjungan wisata baik dalam negeri mupun luar negeri.

“Banyaknya restoran, cafĂ© dan hiburan malam yang tutup. Akan tetapi dengan berbagai inovasi dan strategi penjualan yang dilakukan kinerja PT.Delta Djakarta Tbk tetap tumbuh positif sekalipun mengalami penurunan yang cukup tajam,” jelasnya.

Untuk tahun buku 2020, lanjut Sarman Simanjorang, PT.Delta Djakarta Tbk masih dapat meraih keuntungan sebesar 123,5 miliyar atau mengalami penurunan hampir 61% dari tahun buku 2019 sebesar 317 miliyar.

Baca Juga:  PT PP Rombak Jajaran Direksi, Yuyus Juarsa Jadi Direktur Operasi Bidang Gedung

Pada RUPS tahun 2021, ungkapnya, Pemprov DKI Jakarta akan mendapat dividen sebesar 52,5 miliyar.

“Bisa dibayangkan dalam kondisi
ekonomi kita masih dalam posisi resesi PT. Delta Djakarta masih mampu menyetor dividen sebesar itu ke kas Pemprov DKI Jakarta,” tegasnya.

Hal ini membuktikan bahwa PT Delta Djakarta ini sangat sehat dan memiliki prospek yang sangat bagus ke depan.

Dia berharap manajemen PT Delta Djakarta dapat menjaga kinerja terbaik dengan baik. Sehingga, PT. Delta Djakarta Tbk semakin berkembang dan membukukan laba yang semakin bertumbuh pada tahun mendatang seiring dengan pemulihan ekonomi nasional.

Diketahui, PT Delta Djakarta dijalankan oleh San Miguel dengan komposisi saham 58,33% setara 467 juta lembar saham. Lalu Pemprov DKI Jakarta sebesar 26,25% setara 210 juta lembar saham dan sisanya adalah publik sebesar 15,42%.***

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button