JalanProduct

Sinar Mas Land Gunakan Sampah Plastik Untuk Campuran Aspal Jalan

Konstruksi Media – Managing Director President Office Sinar Mas Land Dhony Rahajoe, mengakui, pihaknya menggandeng PT Chandra Asri Petrochemical, Tbk (Chandra Asri) telah memanfaatkan sampah plastik untuk campuran aspal jalan.

Selama ini, Chandra Asri berperan aktif untuk mengembangkan aspal dengan campuran sampah plastik. Penerapan aspal plastik tersebut telah dilakukan di salah satu jalan yang ada di kawasan Barat BSD City.

“Total area yang telah diaspal seluas 15.518 m2 dimana total sampah plastik yang digunakan sebesar 5,37 ton atau setara dengan 3,58 juta lembar kantong plastik,” ujar Dhony dalam keterangan tertulis yang dikutip, Kamis (26/8/2021).

Menurutnya, kegiatan ini sejalan dengan visi sustainability perusahaan untuk menciptakan pembangunan yang berkelanjutan. Diakuinya, hal itu merupakan bentuk kontribusi positif terhadap komitmen Indonesia dalam menjaga lingkungan.

Baca Juga:  Bumi Serpong Damai Torehkan Prapenjualan Senilai Rp6,7 Triliun

“Sinar Mas Land menyadari perlu adanya langkah-langkah konkret yang dilakukan atas isu perubahan lingkungan dan pelestarian lingkungan. Limbah plastik merupakan salah satu masalah besar yg perlu diselesaikan bersama,” katanya.

Dhony mengatakan, kolaborasi ini akan mengubah limbah plastik menjadi material yang memiliki nilai ekonomi dan bermanfaat dalam pembangunan infrastruktur sekaligus menekan laju pertambahan jumlah limbah plastik yang merusak lingkungan.

Chandra Asri sejak tahun 2018 telah mengimplementasikan aspal dengan campuran sampah plastik melalui program Aspal Plastik untuk Indonesia Asri bersama dengan pemangku kepentingan lainnya. Program ini merupakan bagian dari upaya Chandra Asri mengimplementasikan model ekonomi sirkular.

Vice President of Corporate Relations & Sustainability Chandra Asri, Edi Rivai mengatakan, kerja sama dengan Sinar Mas Land menjadi bukti upaya Chandra Asri untuk terus mencari solusi berkelanjutan atas permasalahan sampah, khususnya sampah plastik, di Indonesia.

Baca Juga:  Propan Kenalkan Cat Epoxy Lantai dalam Pameran SIAL Interfood di JIExpo

“Kami percaya bahwa permasalahan sampah plastik dapat ditangani dengan partisipasi berbagai pemangku kepentingan. Semoga ke depannya semakin banyak pihak yang turut berpartisipasi dalam inisiatif ini untuk bersama-sama mendukung Pemerintah Indonesia mencapai tujuan pengelolaan sampah,” katanya.

Dalam program ini, Sinar Mas Land dan Chandra Asri juga bekerja sama dengan Asosiasi Daur Ulang Plastik Indonesia (ADUPI) untuk penyediaan bahan daur ulang sampah plastik kresek.

Model yang digunakan mengandung plastik (cacahan kantong plastik/HDPE) sehingga menghasilkan campuran aspal yang memiliki sifat tahan terhadap deformasi (perubahan bentuk akibat suhu) dan lebih baik dalam ketahanan lelah (fatique).

Dari data dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan pada tahun 2019, 15 perser dari total timbulan sampah di Indonesia yang mencapai 64 juta ton pertahun merupakan sampah plastik.

Baca Juga:  Gandeng Prasetia Dwidharma, Sinar Mas Land Gelar Escalate Startup di BSD City

Dosen Fakultas Teknik Universitas Indonesia, Gabriel Andari Kristanto, Ph.D menjelaskan bahwa mengolah sampah plastik menjadi aspal adalah salah satu contih konsep ekonomi sirkular.

“Sampah plastik di-upcycle menjadi campuran aspal sehingga memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi. Tidak hanya itu, sampah plastik juga menjadi materi dengan daya guna baru yang dapat dinikmati oleh masyarakat luas. Hal ini tidak hanya menguntungkan bisnis, tapi juga masyarakat dan lingkungan,” paparnya.

Model aspal dengan campuran sampah plastik merupakan program Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Jenis sampah plastik yang digunakan adalah sampah plastik kresek yang umum dipakai sebagai kantong belanja sehari-hari yakni jenis HDPE (High Density Polyethylene).

Aspal dengan campuran sampah plastik tersebut sudah mengacu pada studi yang dilakukan oleh Kementerian PUPR dan memiliki peningkatan daya tahan jalan hingga 40 persen.***

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button