ENERGIHighlights

UI-Petrosea Hasilkan Bus Listrik Konversi dari Mesin Diesel Pertama di Indonesia

Bus listrik hasil konversi dari mesin diesel itu dipamerkan di ajang BusWorld Southeast Asia 2024 yang dihadiri 58 peserta dari 16 negara.

Konstruksi Media, Jakarta – Fakultas Teknik (FT) Universitas Indonesia (UI) bersama Petrosea memamerkan bus hasil kolaborasi mereka di ajang Busworld Southeast Asia 2024 di Jakarta International Expo (JIEXPO), Kemayoran, Jakarta Pusat.

Ajang ini, tidak hanya dihadiri oleh perusahaan manufaktur bus, tetapi juga perusahaan manufaktur suku cadang, komponen, aksesori, teknologi, hingga perawatan bus. Busworld Southeast Asia 2024 diikuti lebih dari 58 peserta dari 6 negara.

Melalui Research Center for Advanced Vehicles (RCAVe), FTUI dan Petrosea menghadirkan bus konversi dari mesin diesel menjadi listrik (Kendaraan Bermotor Bahan Bakar Mesin/KB BBM menjadi Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai/KBL BB).

Tim FTUI dipimpin oleh Kepala RCAVe, Prof. Dr. Ir. Feri Yusivar, M.Eng., didampingi Control Expert, Dr. Abdul Muis, S.T., M.Eng., dan Dr.Ir. Aries Subiantoro, M.SEE. Tim Petrosea yang turut hadir antara lain Head of EV Department– Petrosea, Sahala Sigalingging, ST. M.Sc., dan Development Superintendent Petrosea, Imanul Ilmi, ST., EV.

Baca Juga:  Sri Mulyani Terbitkan Aturan Soal Kereta Cepat, APBN Bisa Jadi Jaminan Utang

Menteri Perhubungunan (Menhub) Budi Karya Sumadi, mengunjungi booth Bus Listrik FTUI dan berdiskusi dengan tim terkait biaya retrofit bus. Dalam kesempatan tersebut Menhub mendorong agar kolaborasi konversi bus listrik antara dunia akademik dan industri yang dilakukan oleh FTUI dan Petrosea dapat terus dilanjutkan.

Kepala RCAVe, Prof. Dr. Ir. Feri Yusivar, M.Eng., menyampaikan harapan besar terhadap masa depan riset kendaraan listrik.

”Kami tidak hanya berharap penelitian ini terus berlanjut, tetapi juga mengalami peningkatan signifikan dalam pengembangan teknologi. Dengan upaya yang konsisten dan inovatif, kami percaya bahwa hasil riset ini dapat memberikan kontribusi nyata bagi dunia industri.”

Implementasi teknologi kendaraan listrik di industri akan menjadi langkah maju dalam mewujudkan efisiensi energi dan keberlanjutan lingkungan.

Dekan FTUI, Prof. Dr. Heri Hermansyah, S.T., M.Eng., IPU., menekankan pentingnya kolaborasi dan dukungan dari berbagai pihak untuk mencapai visi tersebut.

Baca Juga:  Pembangunan 47 Tower Rusun ASN dan Hankam di IKN Segera Dimulai

”Kolaborasi antara akademisi, peneliti, dan pelaku industri sangat penting untuk mewujudkan visi ini. Kami berharap kehadiran bus ini tidak hanya menginspirasi masyarakat untuk mengadopsi kendaraan berbasis listrik, tetapi juga mendorong para pengembang dan industri lokal untuk terus berinovasi dan mengembangkan teknologi ramah lingkungan. Inisiatif ini dapat menjadi tonggak penting dalam mewujudkan transportasi yang lebih berkelanjutan di Indonesia,” ujar Prof. Heri.

Bus yang dibawa oleh RCAVe UI ini merupakan bus konversi dari mesin diesel menjadi berbasis listrik. Bus ini merupakan bus ketiga yang dibuat oleh RCave dan yang pertama hasil kolaborasi dengan Petrosea.

Bus ini menjadi satu-satunya di Indonesia yang merupakan hasil konversi dan dapat beroperasi. Sistem kontrolnya pun merupakan hasil karya peneliti FTUI yang dimotori oleh Control Expert dan Dosen Departemen Teknik Elektro FTUI, Dr. Abdul Muis, S.T., M.Eng.

Baca Juga:  Desain ‘Living in Tunnel’ Mahasiswa Arsitektur UI Raih Penghargaan Internasional

Bus yang telah melalui uji coba operasional dengan jarak tempuh lebih dari 400 km ini, diharapkan dapat menjadi kendaraan operasional di lingkungan kampus UI maupun penggunaan dalam kota.

Pengunjung pameran tampak sangat antusias dengan kehadiran Bus Listrik UI. Mereka tidak hanya menaiki bus, tetapi juga melontarkan berbagai pertanyaan kepada para peneliti dan mahasiswa yang hadir, mulai dari spesifikasi teknis hingga proses pengembangan kendaraan ini.

Antusiasme ini mencerminkan kebanggaan dan apresiasi masyarakat terhadap hasil karya anak bangsa yang inovatif dan berpotensi besar mengubah lanskap transportasi di Indonesia.

Pameran yang berlangsung pada 15- 17 Mei 2024 ini, menjadi bukti bahwa produk dalam negeri memiliki daya saing yang kuat dan mampu menarik perhatian luas, serta menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk terus berinovasi. (*/Hasanuddin)

Related Articles

Back to top button