Jalan

Urai Masalah Lahan Pada Tiga Proyek Besar, Luhut Siapkan Tim Khusus

Konstruksi Media – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menyiapkan tim khusus untuk mengurai masalah pada tiga proyek besar. Yakni, masalah di proyek Tol Cisumdawu, Semarang-Demak dan exit tol KIT Batang.

Ketiga proyek ini seringkali terkendala soal pembebasan lahan sehingga proses konstruksi tidak berlanjut.

Dalam rapat koordinasi, Luhut menekankan update progres pembebasan lahan dan konstruksi di tol Cisumdawu, isu tanah musnah di tol Semarang-Demak, dan mekanisme penyerahan tanah kepada PUPR di exit tol Kawasan Industri Terpadu (KIT) KIT Batang.

Baca Juga:  Penggunaan EBT Minim, PLN Diperingatkan Luhut: Kalau nggak Bisa, Berhenti Saja

Dia mencontohkan, pada lahan tol Cisumdawu tersebut terdapat overlapping kawasan hutan dengan tanah warga, tanah kas desa, dan tanah adat dan perizinan terkait lahan perhutani.

“Perlu percepatan terkait kajian pemberian izin penggunaan kawasan hutan, mengingat target selesai konstruksi yang sudah ditetapkan,” ujar Luhut dalam keterangan tertulis, kemarin.

Terkait tanah wakaf dan tanah kas desa hingga saat ini belum bebas, jelasnya, karena proses penilaian yang telah dilakukan dianggap sudah outdated (dilakukan pada 2012), sehingga diperlukan diskusi lebih lanjut terkait ketentuan penilaian ulang.

Lebih lanjut, ucap Luhut, untuk proses pembebasan lahan dan konstruksi tol Cisumdawu ada sejumlah lahan yang sudah bebas namun belum bisa dilakukan konstruksi. Luhut menginstruksikan kepada aparat penegak hukum untuk melakukan pendekatan dan penertiban lokasi.

Baca Juga:  Sarana Prasarana Tak Lengkap, Luhut Minta Infrastruktur di Sofifi Segera Dibangun

“Progres konstruksi pembebasan lahan pada seksi 1 Cileunyi-Rancakalong sudah mencapai 77,42 persen, seksi 2 Rancakalong-Sumedang 91,99%, seksi 3 Sumedang-Cimalaka 100%, seksi 4 Cimalaka-Legok 0%, seksi 5 Legok-Ujungjaya 0%, seksi 6A Ujungjaya-Dawuan 36,83% dan 6B sebanyak 11,84%,” ungkapnya.

Sementara soal perkembangan ruas tol Semarang-Demak, tegasnya, telah menjadi perhatian presiden. Hasil kunjungan presiden pada 11 Juni 2021 lalu, bahwa perlunya tambahan lahan pembebasan di sisi dalam tanggul, karena berpotensi menjadi kering dan menjadi masalah ke depannya jika tidak dibebaskan.

“Sebagai catatan, ruas Semarang-Demak ini juga menjadi perhatian presiden beberapa waktu lalu yang sudah melakukan kunjungan ke ruas Semarang-Demak, hingga sepatutnya isu tanah musnah ini bisa kita selesaikan secara cepat,” jelas Luhut.

Baca Juga:  Belum Dicabut, Luhut Berdalih Ekspor Batu Bara Hanya Penuhi Kewajiban

Kemudian, terkait perkembangan ruas tol Semarang-Demak telah menjadi perhatian presiden. Hasil kunjungan presiden pada 11 Juni 2021 lalu, bahwa perlunya tambahan lahan pembebasan di sisi dalam tanggul, karena berpotensi menjadi kering dan menjadi masalah ke depannya jika tidak dibebaskan. Lahan yang telah bebas sebanyak 960 dari 1.605 bidang atau 92,80 Ha dari 535,10 Ha (17,34%). ***

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button