Korporasi

Archi Bukukan Laba 24 Persen di Semester 1 2021

Konstruksi Media – PT Archi Indonesia Tbk (Archi) mencatat pendapatan konsolidasian sebanyak AS$142,4 juta pada semester pertama tahun 2021, meningkat 9% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar AS$130,1 juta.

Peningkatan ini terutamanya didorong oleh kenaikan harga rata-rata penjualan emas menjadi AS$1.802 per ons dibandingkan dengan AS$1.656 per ons.

Presiden Direktur Archi, Kenneth Ronald Kennedy Crichton mengungkapkan, laba bersih Perseroan juga mengalami peningkatan sebesar 24% menjadi AS$32,6 juta.

“Terutama peningkatan Laba Bersih didorong oleh harga rata-rata penjualan emas yang lebih tinggi sebesar 9% serta penurunan biaya penambangan sebesar 16% dari AS$3,35 per ton menjadi AS$2,83 per ton,” ujar Kenneth dalam keterangan tertulis, Selasa (3/8/2021).

Selain itu, ungkapnya, EBITDA Perseroan yang mengalami peningkatan 5% menjadi AS$75,5 juta jika dibandingkan pada semester pertama tahun 2020.

Baca Juga:  Propan Raya dan ISSC Gelar Silaturahmi Nasional di Hotel Bidakara

Saat ini, pihaknya tengah fokus untuk meningkatkan aktivitas eksplorasi pada Tambang Emas Toka Tindung, yang dioperasikan oleh Entitas Anak yang dimiliki sepenuhnya oleh Archi, PT Meares Soputan Mining (“PT MSM”) dan PT Tambang Tondano Nusajaya (“PT TTN”), baik di Koridor Timur dan Koridor Barat.

“Peningkatan aktivitas eksplorasi ini bertujuan untuk mempercepat penemuan Sumber Daya Mineral dan Cadangan Bijih yang baru dengan harapan dapat mencerminkan pertumbuhan sebesar 5% – 10% dari jumlah produksi emas pada tahun lalu,” katanya.

 Diakui Kenneth, kinerja keuangan Archi pada semester pertama tahun 2021 diuntungkan dari harga emas yang lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun lalu. 

“Kami berharap keadaan akan jauh lebih baik pada tahun 2022 seiring dengan ekspansi pabrik pengolahan kami yang telah mencapai efisiensi penuh dan akan berdampak secara langsung terhadap kenaikan produksi emas,” tuturnya.

Program eksplorasi yang sedang berjalan, jelasnya, ada di lokasi cadangan emas Bima di Koridor Barat, yang berlokasi sekitar 15km arah barat dari Pit Toka dan yang memiliki kadar emas tinggi, memperlihatkan hasil yang menjanjikan.

Baca Juga:  Erick Thohir: BUMN Karya Bangun Prasarana Kereta Api di Filipina

Dengan produksi emas yang telah tercatat sebesar 81,6 kilo ons pada semester pertama tahun ini, Perseroan berharap untuk mencapai produksi emas antara 138 kilo ons – 148 kilo ons pada semester kedua tahun 2021 (sebagai informasi, produksi emas pada semester kedua tahun 2020 adalah sebesar 120 kilo ons), sehingga total produksi emas untuk tahun penuh 2021 menjadi 220 kilo ons – 230 kilo ons.

“Tim eksplorasi kami telah membuat kemajuan yang luar biasa di Koridor Timur dan Koridor Barat, dan kami mengantisipasi keberhasilan yang lebih jauh bedasarkan hasil awal menjanjikan yang telah kami terima. Kami juga senang dengan tingginya kadar bijih emas yang ditemukan dari hasil pengeboran di lokasi cadangan emas Bima di Koridor Barat, yang nantinya akan memberikan tambahan potensi cadangan emas baru bagi Archi di masa mendatang”, lanjut Kenneth.

Perseroan berharap untuk dapat membiayai kebutuhan belanja modal seluruhnya dari kas masuk hasil aktivitas operasi. Per 30 Juni 2021, posisi kas bersih, diluar kas yang dibatasi penggunaannya, sebesar AS$16,1 juta, lebih rendah daripada per 31 Desember 2020 sebesar AS$40,2 juta, terutamanya disebabkan oleh kenaikan arus kas keluar yang signifikan untuk aktivitias investasi, terutamanya untuk penambahan aset tetap dan properti pertambangan.

Baca Juga:  Startup Telkom Bakal Dapat Suntikan Dana Untuk Naik Kelas Jadi Unicorn

Pada awal bulan Juli 2021, Perseroan telah membayarkan sebagian utang bank jangka panjang yang masih akan jatuh tempo pada tahun 2025, sebesar AS$59,3 juta dari dana hasil IPO. Sehingga, rasio utang terhadap ekuitas (DER) Archi saat ini adalah sebesar 1,7x, menurun signifikan dari 4,1x pada 31 Desember 2020.

Perseroan berkomitmen untuk mempertahankan posisi keuangan yang kuat. Lebih dari itu, Archi memiliki visi untuk menjadi perusahaan tambang terintegrasi kelas dunia yang terdepan di Asia Tenggara. Dengan memegang ambisi untuk meningkatkan potensi pertumbuhan perusahaan dan dilengkapi fokus besar terhadap GCG dan ESG, Archi berkomitmen untuk senantiasa memaksimalkan nilai kepada para pemegang saham dan terhadap perekenomian secara nasional.***

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button