Air

Jadikan Wisata Air, Revitalisasi Kalimalang Dikebut

Konstruksi Media – Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Dinas Sumber Daya Air (SDA) Jawa Barat bakal menata kembali saluran air Kalimalang di Bekasi lebih apik. Hal ini dilakukan guna meningkatkan destinasi wisata berbasis air di Jawa Barat.

“Program pertama adalah penataan dan revitalisasi saluran Kalimalang tahap II di Kota Bekasi. Kriteria keberhasilannya yaitu meningkatnya destinasi wisata berbasis air dengan kualitas air mutu kelas 2,” ujar Ketua Pokja Pengelolaan Air dan Pariwisata Satgas Citarum Harum Dikky Achmad Sidik, kemarin.

Menurutnya, mengacu pada dokumen master plan, revitalisasi Kalimalang terdiri dari empat segmentasi ruas, yaitu ruas selebrasi 15.172 m2, ruas komunitas 16.980 m2, ruas hijau edukasi 17.610 m2, dan ruas ekologi 10.081 m2.

Baca Juga:  Basuki Hadimuljono Siapkan Pakar Air Tanah Milenial

“Saat ini telah dilakukan penandatanganan kontrak pengerjaan pada 28 April 2021 lalu dan koordinasi lapangan dengan pelaksana pekerjaan pembangunan jalan Tol Becakayu (PT Waskita toll road –seksi 2a ujung),” katanya.

Selain menata Kalimalang, pihaknya juga akan menggarap proyek SDA lainnya. Yakni, penataan Situ Ciburuy Kabupaten Bandung Barat dan pembuatan Embung Tanjung Wangi di Kabupaten Bandung.

Dalam lenataan dan revitalisasi Situ Ciburuy 2021, pihaknya akan membangun visitor center, restoran  baru/foodcourt, restoran besar, tujuh restoran typical, mushola, toilet, dermaga, utilitas pendukung, dan normalisasi situ.

“Satu restoran typical menampung 4 warung, satu restoran kecil menampung 8 warung, adapun jumlah total warung yang dibangun sebanyak 38 warung, dan saat ini kondisi eksisting di lapangan terdapat 34 warung,” ucapnya.

Baca Juga:  Efektif Kurangi Banjir, Bupati Ini Sesalkan Sumur Resapan DKI Jadi Senjata Politik

Adapun kriteria keberhasilan penataan Situ Ciburuy sama halnya dengan penataan Kalimalang yaitu meningkatnya destinasi wisata berbasis air dengan kualitas air mutu kelas 2 di lahan seluas 41,15 hektare yang menampung ± 4.755.000 m3 air itu.

Yang terakhir yaitu, pekerjaan pembangunan Embung Tanjungwangi dengan kriteria keberhasilan meningkatnya ketersediaan air untuk menunjang produktivitas ekonomi dan domestik, serta penambahan volume ketersediaan air.

Embung terletak di Desa Tanjungwangi, Kecamatan Pacet, Kabupaten Bandung dengan luas tangkapan air 1,82 hektare itu bermanfaat untuk menahan kelebihan air pada musim hujan dan untuk menjadi sumber irigasi pada musim kemarau. selain itu bisa menjadi wisata lokal kampung ikan.

“Kedepan kami berencana untuk memperluas embung di Desa Cipeujeuh,” tutur Dikky. ***

Baca Juga:  Progres Pembangunan Bendungan Multifungsi Cipanas di Sumedang

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button