Korporasi

Pendapatan Waskita Karya Turun 35,93 persen

Konstruksi Media – PT Waskita Karya (Persero) Tbk mencatatkan pendapatan usaha sebesar Rp2,67 triliun atau turun 35,93 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp4,16 triliun dengan rugi per saham dasar Rp3,40.

Angka ini tercatat pada kuartal I-2021 yang tertuang dalam laporan keuangan per 31 Maret 2021. Seperti dikutip dari dari keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (29/6/2021).

Pendapatan usaha Waskita Karya ini terdiri atas jasa konstruksi, bunga dari jasa konstruksi, penjualan precast, pendapatan jalan tol, pendapatan property, penjualan infrastruktur lainnya, pendapatan hotel, dan sewa gedung dan peralatan.

Baca Juga:  Rakornas Semester I 2023: Nindya Karya Optimis Capai Profit Sesuai Target

Jasa konstruksi menjadi penyumbang pendapatan tertinggi tercatat Rp2,28 triliun atau lebih rendah dari sebelumnya Rp3,55 triliun. Kemudian, pendapatan jalan tol tercatat Rp175,21 miliar atau lebih tinggi dari sebelumnya Rp114,97 miliar, penjualan precast tercatat Rp98,56 miliar atau lebih rendah dari sebelumnya Rp280,71 miliar.

Bunga dari jasa konstruksi tercatat Rp64,82 miliar atau lebih tinggi dari sebelumnya Rp24,89 miliar, pendapatan property tercatat Rp26,92 miliar atau lebih rendah dari sebelumnya Rp170,37 miliar.

Penjualan infrastruktur lainnya tercatat Rp13,84 miliar atau lebih rendah dari sebelumnya Rp18,56 miliar, pendapatan hotel tercatat Rp10,20 miliar atau lebih tinggi dari sebelumnya Rp7,86 miliar, dan sewa gedung dan peralatan Rp77,53 juta.

Baca Juga:  Pasok Baja ke Proyek Tol Hingga Bendungan, Kinerja Bhirawa Steel Makin Moncer

Dari pendapatan itu, Waskita Karya mencatatkan rugi sebesar Rp46,09 miliar berbanding terbalik dari 31 Maret 2020 dengan laba sebesar Rp42,69 miliar.

Perseroan mencatatkan adanya penurunan beban pokok pendapatan di kuartal I-2021 menjadi Rp2,36 triliun dari periode yang sama tahun sebelumnya Rp3,33 triliun, beban penjualan juga turun menjadi Rp9,35 miliar dari sebelumnya Rp12,84 miliar.

Sementara itu, beban keuangan meningkat menjadi Rp885,50 miliar dari sebelumnya Rp701,04 miliar, serta beban umum dan administrasi meningkat menjadi Rp290,02 miliar dari sebelumnya Rp198,11 miliar.

Kas bersih diperoleh dari aktivitas operasi tercatat Rp876,55 miliar, kas bersih digunakan untuk aktivitas investasi tercatat Rp316 miliar, dan kas bersih digunakan untuk aktivitas pendanaan tercatat Rp964,45 miliar.

Baca Juga:  Kementerian PUPR Rampungkan Pembangunan IMS, Jadi Stadion Indoor Terbesar di RI

Waskita Karya mencatatkan liabilitas sebesar Rp88,52 triliun dan ekuitas sebesar Rp16,49 triliun. Adapun total aset perseroan menurun menjadi Rp105,01 triliun dibanding tahun 2019 sebesar Rp105,58 triliun. ***

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button