Jalan

Rencana IPO di Bursa, Anak Usaha Jasa Marga Perkuat Bisnis Ini

Konstruksi Media – PT Jasamarga Related Business (JMRB), anak usaha PT Jasa Marga (Persero) Tbk merencanakan akan melakukan initial public offering (IPO) di bursa saham.

Untuk itu, pihaknya terus memperkuat beberapa lini bisnis untuk mendukung pendapatan perseroan. Diantaranya, toll corridor development (TCD), utilitas digital, dan pengelolaan rest area.

“Secara korporasi kita mau IPO, sehingga ada tiga lini bisnis yang akan diperkuat yakni TCD, utilitas digital dan iklan, serta manajemen aset seperti rest area,” ujar Direktur Utama PT JMRB, Cahyo Satrio Prakoso dalam keterangan tertulis, belum lama ini.

Baca Juga:  Hutama Karya Buka Simpul Ekonomi Lewat Jalan Tol Trans Sumatera

Menurutnya, dalam mengembangkan bisnis toll corridor development (TCD) pihaknya sedang membangun kawasan Transit Oriented Development (TOD) Taman Mini dan Jasa Marga Tower.

“Termasuk beberapa kerja sama lain yang dilakukan PT JMRB dengan developer yang saat ini masih digodok juga diharapkan bisa berjalan. Karena TCD ini membutuhkan kapital yang besar, maka dibentuk strategic partnership,” katanya.

Sementara dari bisnis utilitas digital, ungkap Cahyo, PT JMRB akan menggarap fiber optic di sepanjang Jawa. Sebab, katanya, Jasa Marga sudah membangun banyak jalan tol, kini tinggal memanfaatkan daerah ruang jalan tol tersebut dengan membangun jaringan fiber optic.

“Fiber optic ini sekarang lagi lumayan bagus. Dalam arti karena penggunaan data semakin tinggi. Belum lagi, nanti ada 5G,” ucapnya.

Baca Juga:  IPO Perdana, Adaro Minerals Bakal Raup Dana Hingga Rp756,07 Miliar

Dengan masuk ke bisnis utilisasi fiber optic ini, tegasnya, kerapatan GPS akan semakin rapat sepanjang tol Transjawa. Menurutnya, banyak pihak yang membutuhkan backbone fiber optic di sepanjang tol ini. 

“Kita lagi dalam tahap studi kelayakannya seperti apa seharusnya dan model bisnisnya seperti apa,” imbuhnya.

Kemudian, untuk bisnis manajemen aset berupa rest area, PT JMRB juga akan melakukan perubahan dengan memperluas peran rest area. Selain sebagai transportation hub, rest areajuga akan dimanfaatkan sebagai logistik hub dan destinasi pariwisata.

“Rest area itu ada rencana perubahan peraturan menteri (Permen). Jadi peraturan pemerintahnya sudah ada mengenai perubahan rest area dan permennya atau petunjuk pelaksanaannya juga mau diadakan tahun ini,” ucapnya.

Sebagai contoh, rest area di Jawa Tengah akan dijadikan sebagai logistik hub untuk mempermudah arus distribusi logistik. Apalagi, sekarang ini banyak transaksi online yang barangnya didistribusikan menggunakan truk besar.

Baca Juga:  7 Tol Fungsional Ini Siap Digunakan Gratis Jika Ada Macet Parah saat Mudik

Sementara jika truk besar ingin masuk ke kota, kesusahan. Karena itu, truk-truk besar tersebut akan masuk ke rest areauntuk memindahkan logistik ke truk kecil agar dapat langsung didistribusikan.

“Jadi, itulah celah bisnis yang nanti akan PT JMRB garap. Jadi, rest area akan semakin meriah dan besar dengan adanya jenis-jenis bisnis yang diperbolehkan. Mungkin, nanti akan ada destinasi wisata juga,” tutupnya. ***

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button