Air

Sejahterakan Petani, Pemerintah Kebut Proyek Embung Senilai Rp 7,7 Miliar Di Klungkung

Ini merupakan proyek dengan nilai kontrak terbesar dari dana pusat yang tengah berjalan di Klungkung.

Made Kasta, Wakil Bupati Klungkung.

Konstruksi Media – Pemerintah akan membangun embung di Desa Getakan, Kecamatan Banjarangkan, Klungkung, Bali. Proyek embung ini diperkirakan menelan biaya hingga Rp 7,7 miliar dari anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN).

Wakil Bupati Klungkung Made Kasta menuturkan, proyek ini baru tahap awal pengerjaan, yakni berupa pembersihan pohon dan perataan tanah.

“Ini merupakan proyek dengan nilai kontrak terbesar dari dana pusat yang tengah berjalan di Klungkung. Mari awasi bersama sehingga proyek bisa berjalan lancar tanpa hambatan. Dan embung ini bisa segera dimanfaatkan oleh warga, utamanya para petani,” ujar Wabup Kasta.

Baca Juga:  Gunakan Anggaran PUPR, Anies dan Luhut Lanjutkan Proyek Sodetan Ciliwung

Tidak hanya sebagai tempat penampungan air, menurutnya embung tersebut berpotensi dijadikan daya tarik wisata. Hal itu telihat dari lokasi embung yang cukup asri.

“Tinggal selanjutnya dilakukan penataan disekitar embung sehingga bisa menarik warga yang lewat untuk berhenti sekadar menikmati pemandangan alam sekitar” katanya.

Sebelumnya, PPK Air Baku BWS Bali Penida I Gede Agus Bawantu mengungkapkan, dibangunnya embung tersebut agar terciptanya sistem penyediaan air irigasi dan air baku yang dapat berfungsi secara optimal. Sehingga dapat mengatasi permasalahan kebutuhan air masyarakat.

Adapun beberapa sasaran dari hadirnya embung ini yaitu untuk mengatasi keterbatasan pelayanan air dalam pemenuhan air irigasi dan mengatasi keterbatasan pelayanan air minum bagi masyarakat dengan cakupan yang lebih luas.

Baca Juga:  Pengendali Banjir Sungai Wanggu Kendari Jadi Percontohan

“Sumber dana dari APBN Tahun 2021 dengan nilai kontrak Rp.7.765.893.000. Adapun bentang bendungan sendiri, yakni 25 meter, sampai di batas pinggir kanan kiri mencapai 37 meter untuk genangan ke arah hulu sampai 200 meter dan kedalamannya 9,5 meter,” terang Gede Agus Bawantu. ***

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button