Investasi

Sri Mulyani Beberkan Pengadaan Lahan 2021, Habiskan Rp10,19 triliun

Jalan tol yang sudah dinikmati masyarakat hingga 1.350 kilometer itu adalah hasil karya APBN kita.

Sri Mulyani, Menteri Keuangan.

Konstruksi Media – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati membeberkan, realisasi investasi untuk pengadaan lahan selama 2021 telah mencapai Rp10,19 triliun di antaranya sebesar Rp8,14 triliun untuk sektor jalan tol dan Rp1,05 triliun untuk sektor bendungan.

Pengadaan lahan untuk sejumlah proyek ini diyakini bisa memberikan dampak bagi perekonomian. Terlebih, proyek itu bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN) yang bertujuan untuk mendorong perekonomian menjadi lebih produktif dengan kualitas infrastruktur yang masih perlu diperbaiki.

“Jalan tol yang sudah dinikmati masyarakat hingga 1.350 kilometer itu adalah hasil karya APBN kita. Dananya dari APBN langsung dari anda yang membayar pajak,” ujarnya.

Baca Juga:  Dukung Pembangunan Berkelanjutan di Indonesia, Jerman Sumbang Dana Rp1,02 Triliun

Pengadaan lahan itu dilakukan oleh Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN). Sejak 2016 hingga 21 Mei 2021, investasi untuk LMAN mencapai Rp76,96 triliun atas 116.758 lahan seluas 180.989.858 meter persegi dari dana pengadaan lahan PSN. LMAN mendapatkan tugas membebaskan lahan untuk 94 PSN.

Secara umum, kata Sri Mulyani, realisasi pengelolaan investasi pemerintah hingga April 2021 telah mencapai Rp19,56 triliun atau 10,45 persen dari anggaran pengelolaan investasi pemerintah sebesar Rp187,18 triliun.

“Secara garis besar alokasi pengelolaan investasi pemerintah terdiri dari alokasi pembiayaan investasi sebesar Rp184,46 triliun dan kewajiban pinjaman Rp2,71 triliun,” katanya.

Baca Juga:  Kantongi Pertumbuhan Signifikan, Gravel Dapat Suntikan Dana Sebesar Rp216 Miliar

Sri Mulyani merinci pencairan alokasi investasi pemerintah hingga April 2021 meliputi pinjaman Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) daerah telah mencapai 100 persen dari anggaran alokasi tahun 2021 yakni Rp10 triliun.

Kemudian investasi kepada Badan Layanan Umum (BLU) Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN) untuk pendanaan pengadaan tanah program strategis nasional (PSN) sebesar Rp5,56 triliun atau 50 persen dari alokasi anggaran 2021.

Selanjutnya investasi pada BLU pusat pengelolaan dana pembiayaan perumahan sebesar Rp4 triliun atau 24,06 persen dari alokasi anggaran pengelolaan investasi 2021.

“Sebagian pencairan alokasi pengelolaan investasi pemerintah membutuhkan PP seperti PMN, pada BUMN/Lembaga ditetapkan dengan PP sehingga relatif membutuhkan waktu,” katanya.

Baca Juga:  Tingkatkan Kinerja, Sri Mulyani Resmikan Rusunara Kemenkeu di Papua

Ia melanjutkan, untuk realisasi penyaluran Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) sejak 2010 hingga 2021 tercatat sebesar Rp62,53 triliun dalam rangka membiayai 828.631 unit rumah subsidi.

“Sedangkan selama 2021 ini, penyaluran FLPP telah mencapai Rp6,93 triliun untuk pembangunan 63.776 unit rumah,” katanya.

Terakhir untuk PEN pinjaman daerah yang realisasi tahun lalu sebesar Rp19,13 triliun ini diperkirakan akan mencapai Rp9,6 triliun pada tahun ini dengan PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) sebagai pengelola.

“PT SMI membantu daerah yang akan melakukan proyek-proyek yang diperlukan bagi infrastruktur daerah,” tegasnya. ***

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button