Jalan

Tahun Ini, BPJT Bangun Instalasi Gerbang Tol Nirsentuh

Tahun ini akan dimulai konstruksi, instalasi dari sensor dan gantry sehingga harapannya teknologi MLFF pada kuartal II atau kuartal III tahun ini sudah bisa mulai diuji coba

Danang Parikesit, Kepala BPJT.

Konstruksi Media – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) mulai membangun konstruksi dan instalasi gerbang tol nirsentuh. Transaksi nisentuh ini biasanya disebut Single Lane Free Flow (SLFF) maupun Multi Lane Free Flow (MLFF).

Pihaknya akan mulai menguji coba sistem transaksi tol nirsentuh baik SLFF maupun MLFF pada kuartal II atau III-2021 pada 40 ruas jalan tol.

“Tahun ini akan dimulai konstruksi, instalasi dari sensor dan gantry sehingga harapannya teknologi MLFF pada kuartal II atau kuartal III tahun ini sudah bisa mulai diuji coba untuk 50 persen dari seluruh gardu tol yang ada di Indonesia,” ujar Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian PUPR Danang Parikesit, di Depok, kemarin.

Menurut Danang, saat ini Badan Usaha Pelaksana Sistem Transaksi Tol Nontunai Nirsentuh Berbasis MLFF sedang menyusun sistemnya.

Baca Juga:  Progres Pembangunan Jalan Tol Ciawi-Sukabumi Seksi 2

“Tahun ini fokus kami terkait MLFF untuk konstruksinya dan juga membuat kesepakatan komersialnya dengan badan-badan usaha jalan tol (BUJT) karena yang akan membiayai sistem MLFF ini adalah badan usaha lainnya, sehingga tidak ada pembebanan biaya tambahan kepada masyarakat,” katanya.

BPJT juga akan menyelesaikan pengaturan bisnis antara Badan Usaha Pelaksana Sistem Transaksi Tol Nontunai Nirsentuh Berbasis MLFF dengan BUJT.

Terkait ruas-ruas tol yang akan diimplementasikan MLFF secara bertahap, Danang menyampaikan bahwa hal tersebut akan terus dievaluasi. Kemungkinan besar di daerah-daerah perkotaan, seperti di Jabodetabek maupun di Surabaya.

“Ini terus kita evaluasi mana yang paling siap, karena penetrasi telepon cerdas itu banyak di kota-kota besar dan sinyal Internetnya bagus dan terjaga. Barangkali kita akan mulai di kota-kota besar,” ujar Kepala BPJT tersebut.

Dengan menggunakan teknologi Global Navigation Satellite System (GNSS), untuk implementasi tahap pertama teknologi MLFF diterapkan di 40 ruas tol di Indonesia yang tersebar di Pulau Jawa dan Bali pada 2022.

Jika penerapan MLFF ini akan diberlakukan sepenuhnya maka pengguna jalan tol perlu mengunduh aplikasi untuk sistem transaksi tol nirsentuh di ponsel masing-masing

Baca Juga:  Bina Marga Gunakan OPOR Tuntaskan Proyek Infrastruktur

Terkait masa transisi untuk penerapan Transaksi Tol Nontunai Nirsentuh di Jalan Tol dilakukan paling lambat 6 (enam) bulan sebelum diterapkan, sebagaimana dimaksud Pasal 3 ayat 4 Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 2020 Tentang Transaksi Tol Nontunai Nirsentuh Di Jalan Tol.

“Iya, kira-kira begitu,” kata Kepala BPJT Danang Parikesit.

Terkait masa transisi sebagaimana dimaksud Permen PUPR No.18 Tahun 2020 (4), Transaksi Tol Nontunai dilakukan dengan Transaksi Tol Nontunai berbasis teknologi kartu uang elektronik dan/atau Transaksi Tol Nontunai Nirsentuh. Permen tersebut juga menyebut Penyelenggaraan Transaksi Tol Nontunai Nirsentuh di Jalan Tol diterapkan secara bertahap, dan Penerapan secara bertahap penyelenggaraan Transaksi Tol Nontunai Nirsentuh di Jalan Tol sebagaimana dimaksud ditetapkan oleh Menteri atas usul Kepala BPJT.

Daftar 40 ruas tol yang akan diterapkan Transaksi Tol Nontunai Nirsentuh menurut data dari BPJT Kementerian PUPR adalah sebagai berikut:

1 Tangerang – Merak
2 Jakarta – Tangerang
3 Prof. Dr. Ir. Sedyatmo
4 JORR W1 (Kebon Jeruk – Penjaringan)
5 JORR W2 Utara (Kebon Jeruk – Ulujami)
6 Pondok Aren – Bintaro Viaduct – Ulujami
7 Pondok Aren – Serpong
8 JORR Non S (W2S-E1-E2-E3)
9 JORR S (Pd. Pinang-Ulujami)
10 Akses (Access to) Tanjung Priok
11 Cawang – Tj. Priok – Ancol Timur – Jembatan Tiga / Pluit
12 Cawang – Tomang – Pluit
13 Ciawi – Sukabumi
14 Depok – Antasari
15 Bekasi – Cawang – Kampung Melayu
16 Cinere – Jagorawi (SS Cimanggis – SS Raya Bogor)
17 Bogor Ring Road
18 Jakarta – Bogor – Ciawi
19 Jakarta – Cikampek
20 Cikampek – Purwakarta – Padalarang
21 Padalarang – Cileunyi
22 Soreang – Pasir Koja
23 Cikampek – Palimanan
24 Palimanan – Plumbon – Kanci
25 Kanci – Pejagan
26 Pejagan – Pemalang
27 Pemalang – Batang
28 Semarang – Batang
29 Semarang Section A, B, C
30 Semarang – Solo Seksi I, II, III
31 Solo – Ngawi
32 Ngawi – Kertosono
33 Kertosono – Mojokerto
34 Surabaya – Mojokerto
35 Surabaya – Gempol
36 Simpang Susun Waru – Bandara Juanda (Airport)
37 Surabaya – Gresik
38 Gempol – Pasuruan
39 Gempol – Pandaan
40 Nusa Dua – Ngurah Rai – Benoa

Baca Juga:  Sebentar Lagi, Jalan Lingkar Brebes-Tegal Bisa Dilewati Masyarakat Umum

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button