KorporasiPembiayaan

Waskita Bisa Nafas Panjang, Bank DKI dan Enam Bank Lain Setuju Restrukturisasi

Konstruksi Media – PT Waskita Karya (Persero) Tbk berhasil mendapat persetujuan restrukturisasi dari sejumlah perbankan senilai total Rp21,87 triliun.

Waskita Karya berhasil mendapatkan nafas panjang lagi usai kondisi keuangannya sempat terpuruk. Lembaga perbankan ini adalah Bank DKI, Bank BNI, Bank Mandiri, Bank BRI, Bank BTPN, Bank Syariah Indonesia, serta Bank Pembangunan Jawa Barat dan Banten.

SVP Corporate Secretary Waskita Karya Ratna Ningrum mengakui, saat ini pihaknya tengah dalam proses restrukturisasi keuangan.

Dalam hal ini, Bank Mandiri sebagai bank rekening tranche A, Bank BNI sebagai agen bersama dan bank rekening tranche B, serta Bank BRI sebagai agen jaminan.

Baca Juga:  Tingkatkan Sarana Olahraga, PUPR Mulai Rehabilitasi Stadion Teladan Medan

“Para bank telah setuju untuk melakukan restrukturisasi utang atas fasilitas-fasilitas pembiayaan yang diberikan oleh para bank dengan jumlah keseluruhan sebesar Rp21,87 triliun dari total fasilitas-fasilitas pembiayaan sebesar Rp29,25 triliun,” ujar Ratna dalam keterangan tertulis, Sabtu (28/8/2021).

Lebih lanjut, fasilitas tersebut terbagi dua yaitu fasilitas kredit dan fasilitas pembiayaan syariah.

Untuk fasilitas kredit, terdapat fasilitas kredit tranche A senilai Rp13,42 triliun, fasilitas kredit tranche B Rp13,61 triliun, fasilitas kredit tranche B1 Rp10,25 triliun, dan fasilitas kredit tranche B2 Rp3,36 triliun.

Sedangkan fasilitas pembiayaan syariah terdiri atas fasilitas pembiayaan syariah tranche A Rp307,10 miliar, fasilitas pembiayaan syariah tranche B Rp1,90 triliun.

Adapun, bunga untuk fasilitas tranche A dan tranche B kepada para bank konvensional tetap sebesar 5,5 persen per tahun.

Baca Juga:  Solusi Bangun Indonesia Resmikan Batching Plant di Subang, Komit Suplai Beton Inovatif

Selanjutnya fasilitas kredit tranche A memiliki ketersediaan fasilitas revolving menjadi tersedia sejak terpenuhinya syarat-syarat perjanjian restrukturisasi induk sampai 31 Desember 2025.

Fasilitas tranche A akan menjadi fasilitas revolving yang dapat ditarik kembali ke perseroan setelah pelunasan sebagai modal kerja dengan jatuh tempo pada 31 Desember 2026. Adapun, bunga untuk fasilitas revolving tranche A ditetapkan 8 persen per tahun.

Setelah penandatanganan restrukturisasi tersebut, jatuh tempo fasilitas kredit tranche A menjadi 31 Desember 2026, fasilitas kredit tranche B1 pada 31 Desember 2026, dan fasilitas kredit tranche B2 pada 31 Desember 2026 dengan opsi perpanjangan hingga 31 Desember 2031.

Sedangkan fasilitas pembiayaan syariah tranche A jatuh tempo pada 31 Desember 2026, fasilitas pembiayaan syariah tranche B1 pada 31 Desember 2026, dan fasilitas pembiayaan syariah tranche B2 pada 31 Desember 2026 dengan opsi perpanjangan waktu hingga 31 Desember 2031.

Baca Juga:  Waskita Beton Precast Incar Proyek Infrastruktur Luar Negeri

“Dengan adanya perjanjian restrukturisasi induk tersebut, akan memberikan dampak yang baik bagi kelangsungan usaha dan kondisi keuangan Waskita Karya ke depannya,” tulis Ratna. ***

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button