Kado Merdeka Untuk Sukabumi, PLN Sukses Listriki 176 Warga di Desa Nangela

Konstruksi Media – PT Perusahaaan Listrik Negara (PLN) berhasil melistriki 176 warga di Kampung Caringin, Kampung Sukasirna, Kampung Cikuya di Desa Nangela, Kecamatan Tegal Buleud, Kabupaten Sukabumi, Provinsi Jawa Barat. Untuk kegiatan tersebut, PLN mengeluarkan anggaran hingga Rp1,67 Miliar.

General Manager PLN Unit Induk Distribusi Jawa Barat, Agung Nugraha mengatakan, upaya pihaknya menghadirkan listrik di lokasi tersebut tidak mudah. Ia menuturkan bahwa lokasi terletak di desa terpencil dengan kondisi insfrastruktur jalan bergelombang dan belum beraspal. Konturnya naik turun. Lokasinya juga berbatu cadas.

Selain itu, kata Agung, tidak ada jembatan untuk melintasi sungai sehingga pada saat hujan dan aliran sungai deras, kendaraan maupun orang tidak bisa lewat untuk membawa material seperti tiang dan kabel.

“Banyak kendala yang dihadapi PLN dalam perjuangan melistriki pelosok negeri, salah satunya ketersediaan infrastruktur jalan. Oleh karenanya, kami menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang turut bekerja sama dalam meneragi desa ini,” ujar Agung dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Rabu (18/8/2021).

“Namun didorong optimisme untuk membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan infrastuktur kelistrikan dan kolaborasi seluruh stakeholder, PLN berhasil menyelesaikan jaringan listrik,” lanjutnya.

Lebih lanjut Agung berharap energi listrik dapat bermanfaat dalam kehidupan warga. Menurutnya, Ini adalah bukti komitmen PLN menerangi pelosok negeri. “harapannya memiliki manfaat yang besar bagi kesejahteraan masyarakat terutama pendidikan dan perekonomian masyarakat,” ungkapnya.

Dana tersebut digunakan untuk membangun jaringan tegangan menengah (JTM) sepanjang 1,7 kilometer sirkuit (kms), jaringan tegangan rendah (JTR) sepanjang 10 kms, dan 2 gardu distribusi dengan total kapasitas 200 atau (2×100) kilo Volt Ampere (kVA).

Peresmian penyalaan dan pengoperasian jaringan listrik di kampung tersebut  dilakukan tepat pada Hari Ulang Tahun Kemerdekaan RI ke-76, Selasa 17 Agustus 2021.

Sebelum ada listrik PLN, sebagian besar warga dari total 176 kepala keluarga menggunakan panel surya sebagai sumber penerangan di malam hari. Namun, setiap hari warga hanya bisa menikmati penerangan 7 jam. Itu pun jika matahari bersinar terik, jika cuaca mendung atau hujan, dapat dipastikan warga tak dapat menikmati penerangan.

“Anak-anak belajar mengaji di mushola menggunakan lampu teplok di malam hari sebagai penerangan. Sedangkan untuk aktifitas rumah, otomatis terhenti saat matahari terbenam. Susah pokoknya, gelap,” kata Saepudin, tokoh masyarakat di Desa Nangela.

Dengan hadirnya listrik PLN, warga kini bisa memanfaatkan listrik untuk mendukung berbagai aktivitas produktif dan meningkatkan perekonomian desa. Anak-anak pun bisa belajar dengan nyaman di malam hari.

Tak hanya itu, kehadiran listrik juga mampu membangkitkan semangat warga untuk dapat mandiri secara ekonomi. Banyak harapan warga terhadap hadirnya listrik PLN ini.

“Beberapa di antaranya yaitu ingin beli kulkas, agar bisa jualan, dan bertani serta beternak menggunakan listrik. Nah, semoga dengan adanya listrik PLN  bisa meningkatkan perekonomian di Desa Nangela,” ucap Saepudin.

Saepudin mengatakan, warga sangat mengapresiasi perjuangan PLN dalam melistriki desa. Mereka sudah lama merindukan listrik.

“Kami sudah menunggu listrik masuk desa sejak tahun 1990. Alhamdulillah pada 17 Agustus 2021 keinginan kami terkabulkan. Oleh karena itu, kami sangat berterimakasih kepada PLN,” tuturnya.

Diketahui, Anggaran dari PLN tersebut digunakan untuk membangun jaringan tegangan menengah (JTM) sepanjang 1,7 kilometer sirkuit (kms), jaringan tegangan rendah (JTR) sepanjang 10 kms, dan 2 gardu distribusi dengan total kapasitas 200 atau (2×100) kilo Volt Ampere (kVA).

Peresmian penyalaan dan pengoperasian jaringan listrik di kampung tersebut  dilakukan tepat pada Hari Ulang Tahun Kemerdekaan RI ke-76, Selasa 17 Agustus 2021.***

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button