ElectricityENERGI

PLN Resmi Bangun PLTS Groundmounted Terbesar di Indonesia Berkapasitas 100 Megawatt

Proyek ini merupakan wujud konkret sinergi antara pemerintah, BUMN, dan swasta dalam mewujudkan penyediaan energi bersih.

Konstruksi Media – Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) groundmounted terbesar di Indonesia resmi dibangun. Pembangunan PLTS berkapasitas 100 Megawatt (MWp) ini merupakan wujud kolaborasi PLN (Persero) Group melalui anak usahanya PLN Batam, bersama PT Aruna Cahaya Pratama (Aruna PV).

Dalam keterangannya, Dirjen Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Jisman P Hutajulu menyebut, kerjasama dengan pihak swasta ini sebagai upaya mengurangi emisi karbon sekaligus meningkatkan daya saing industri. Proyek ini juga merupakan wujud konkret sinergi antara pemerintah, BUMN, dan swasta dalam mewujudkan penyediaan energi bersih.

Baca Juga: Pembangunan IKN Nusantara Terus Digenjot Meski Masuk Tahun Politik

“Acara ini merupakan sebuah tonggak bersejarah dan merupakan bukti nyata dari sinergi antara pemerintah, BUMN dan swasta dalam penyediaan tenaga listrik melalui energi terbarukan,” ujar Jisman dalam keterangan tertulis yang dikutip republika, Sabtu, (29/10/2023).

Baca Juga:  Pemerintah Genjot Pemanfaatan Geothermal untuk Perbanyak Investasi EBT di PLTP

Ia mengapresiasi terbentuknya kolaborasi ini dan berharap proyek ini menjadi contoh untuk pengembangan energi baru terbarukan di tanah air. “Kami dari pemerintah sangat mengapresiasi kolaborasi ini, semua punya peran, ini adalah contoh yang baik untuk project serupa di masa depan,” ujarnya.

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengatakan, di tengah kondisi iklim yang sedang memanas, tentunya dibutuhkan upaya bersama-sama dalam tingkat global.

“Maka, kita punya misi bersama untuk menyelamatkan bumi, tetapi di sisi lain juga tetap menjaga pertumbuhan ekonomi, menciptakan lapangan pekerjaan, dan menyejahterakan masyarakat,” kata Darmawan.

Darmawan mengatakan, proyek pengembangan PLTS ini juga merupakan dukungan PLN dalam mendorong daya saing industri. Di tengah tuntutan global saat ini yang beralih ke energi bersih, industri dalam negeri juga membutuhkan pasokan listrik hijau sehingga produk yang dihasilkan memiliki nilai tambah.

Baca Juga:  PLN Aliri Listrik 526 Rumah Warga di Kalbar

Baca Juga: Gandeng TBEA, PLN Bawa Ilmu dari China Kembangkan Manufaktur Ketenagalistrikan

“Listrik yang merupakan jantung perekonomian tidak hanya berhenti pada aliran listrik yang andal saja, tetapi juga untuk meningkatkan daya saing. PLN mendukung penuh industri Indonesia bertumbuh lewat pasokan listrik yang ramah lingkungan,” kata Darmawan.

Kerja sama pembangunan PLTS berkapasitas 100 MWp ini akan menggunakan sekitar 170 ribu modul panel surya dengan sistem groundmounted atau terpasang di tanah, yang tersebar di lima lokasi di area seluas lebih dari 85 hektar di Kawasan Kota Bukit Indah Industrial City.

Direktur Utama Aruna PV Audwin Purwadi mengatakan, kawasan industri Kota Bukit Indah merupakan kawasan industri yang bertumbuh. Saat ini, banyak perusahaan multinasional yang membutuhkan pasokan listrik bersih sebagai salah satu syarat menjalankan operasional perusahaan.

Baca Juga:  Hutama Karya Garap PLTGU Muara Tawar, Siap Alirkan Listrik ke Jawa Bali

“Proyek pembangunan PLTS ini dapat terlaksana karena PLN memberi kesempatan untuk menjalin kerja sama dalam pemanfaatan energi baru terbarukan. Kerja sama PLN dengan Aruna dalam proyek ini juga didukung oleh PT Tatajabar Sejahtera (TJS) sebagai offtaker, serta PT Besland Pertiwi sebagai pemilik lahan proyek,” kata Audwin.

Pembangunan PLTS ini, tambah Audwin akan menciptakan dampak ekonomi yang substansial, karena dapat menciptakan lapangan kerja, memberikan peluang bisnis lokal, dan mendukung pertumbuhan ekonomi di wilayah sekitarnya.

”Pembangunan PLTS dengan kapasitas 100 MWp merupakan wujud komitmen kami kepada negara untuk menjadi pelopor dalam pemanfaatan sumber energi terbarukan dan berperan dalam beralih ke sumber energi yang lebih berkelanjutan,” ujar Audwin.

Reza Antares P

Come closer, I will tell you an interesting story

Related Articles

Back to top button