Jalan

Penasaran Dengan Progres LRT Jabodebek? Begini Kata PT Adhi Karya

Konstruksi Media – Corporate Secretary PT Adhi Karya (Persero) Tbk Farid Budiyanto mengatakan, periode Mei 2021, progres pembangunan prasarana light rail transit atau LRT yang terintegrasi di Jabodebek secara keseluruhan telah mencapai 84,76 persen.

Farid mengakui, dalam proyek yang sudah dimulai sejak 6 tahun silam tersebut, pihaknya telah mendapatkan pembayaran sebesar 13,3 Triliun Rupiah.

“Progres ini mencakup diantaranya, yakni telah terealisasikannya pekerjaan penyambungan lintasan dan pembangunan fisik stasiun,” ujarnya melalui keterangan tertulis yang dikutip, Sabtu (5 /6/2021).

Baca Juga:  Pembebasan Lahan Dekati 100%, Adhi Karya Selesaikan Proyek Tol Sigli-Banda Aceh

“ADHI juga telah mendapatkan pembayaran atas progres yang telah dihasilkan, dengan nilai sejumlah Rp 13,3 triliun termasuk pajak,” tambahnya.

Selain progres pekerjaan fisik, sarana berupa kereta yang telah terparkir di sepanjang jalur lintas pelayanan I, dengan jumlah sebanyak 25 trainset. Nantinya, seluruh kereta ini akan mendapatkan tempat parkirnya sendiri yang terletak di Depo Bekasi Timur.

Sementara itu, pembebasan lahan untuk depo saat ini telah 100 persen dengan progres pembangunannya sebesar 44,18 persen. Depo LRT Jabodebek nantinya memiliki kapasitas pemeliharaan 7 trainset secara bersamaan.

Progres signifikan juga terlihat di ruang kendali kereta LRT yang sepenuhnya akan dilakukan secara otomatis. Gedung ini menjadi salah satu yang paling penting, untuk memastikan kendali keseluruhan kereta di seluruh lintasan.

Baca Juga:  Klaim Progres LRT Naik Signifikan, Begini Kata Adhi Karya

Hingga saat ini, progres gedung tempat ruang kendali tersebut telah mencapai 93 persen. Dengan semakin cepat ruang kendali kereta selesai maka semakin cepat pula seluruh kereta mampu diuji coba operasionalnya.

Adapun depo LRT Jabodebek memiliki luas mencapai 10 hektare dengan kapasitas stabling di depo yang dapat menampung hingga 20 trainset.

Pembangunan depo yang tengah dikerjakan ini menggunakan skema pembayaran turnkey senilai Rp 4,2 tiriliun. Hal ini yang mendasari kebutuhan ADHI dalam pre-financing untuk pekerjaan pembangunan dengan proses pinjaman dari bank sindikasi.

Melihat progres yang telah dicapai, Adhi Karya meyakini LRT Jabodebek akan menjadi proyek yang berkelanjutan dan memiliki berbagai potensi ke depan.

Baca Juga:  Saat Ini Pembangunan Prasarana LRT Jabodebek Tahap I Mencapai 84,47 Persen

Keberadaan LRT Jabodebek diyakini akan menciptakan kawasan hunian dan komersil baru. Kawasan LRT Jabodebek dapat menjadi area one stop living, dengan kebutuhan transportasi dan akomodasi yang memadai dalam satu kawasan.

Hal inilah yang dijawab oleh anak usaha ADHI, PT Adhi Commuter Properti dengan menciptakannya kawasan Transit Oriented Development (TOD) atau kawasan hunian yang terintegrasi dengan stasiun-stasiun LRT Jabodebek.

Hingga saat ini, PT Adhi Commuter Properti tengah mengembangkan 12 kawasan terintegrasi dengan transportasi massal yang terletak di Bekasi, Tebet, Ciracas, Cibubur, hingga Bogor. ***

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button