Electricity

Singgung Co-firing PLTU, Wamen BUMN: Milestone Kurangi Emisi

Konstruksi Media – Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Pahala N Mansury mengatakan, pemerintah tengah berupaya memproyeksikan pengembangan industri biomassa untuk co-firing PLTU batu bara agar dapat menurunkan tingkat emisi di masa datang.

Menurutnya, hal tersebut dilakukan lantaran Indonesia menjadi salah satu negara yang telah menandatangani Paris Agreement dan berjanji mengurangi emisi pada 2050 hingga 2060. “Indonesia memiliki aspirasi mencapai itu sebelum 2060,” ujar Pahala dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Jumat (16/7/2021).

Lebih lanjut Pahala menjelaskan, sinergi PLN, PTPN III, dan Perhutani menjadi salah satu upaya untuk mencapai target tersebut. Ketiga perusahaan itu bersinergi dalam pelaksanaan co-firing di 52 lokasi PLTU batu bara.

Baca Juga:  Ada Cuaca Ekstrem, PLN Gerak cepat Pulihkan Sistem Kelistrikan di Sulut dan Gorontalo

“Ini sebagai salah satu milestone yang penting bagaimana Indonesia bisa mengurangi emisi sebesar 29 persen pada 2030,” katanya.

Menurut Pahala, co-firing PLTU batu bara memiliki kontribusi besar dalam peningkatan bauran energi baru terbarukan (EBT) serta jadi bagian dari ekosistem listrik kerakyatan. Sementara, sinergi tiga BUMN tersebut diakuinya juga sangat penting dalam menjamin pasokan biomassa untuk program co-firing PLTU, serta memberi nilai tambah bagi bisnis Perhutani dan PTPN III.

“Jadi penandatanganan hari ini tentunya kita sambut baik karena disatu sisi akan memungkinkan kita untuk bisa melakukan produksi energi dengan terus berupaya mengurangi emisi, tetapi disisi lain upaya ini akan meningkatkan keekonomian biomassa bagi dua perusahaan BUMN,” jelasnya.

Baca Juga:  Sebut Dongkrak Ekonomi Nasional 1,7 Kali Lipat, Proyek JTTS Harus Tuntas Tepat Waktu

Meski demikian, tambah Pahala, masih terdapat tantangan bagi Indonesia dalam memenuhi kebutuhan energi, terutama pasokan listrik. Sebab Indonesia diprediksi masih akan mengalami pertumbuhan ekonomi di atas lima persen setiap tahun, yang artinya penggunaan energi pun akan tumbuh di atas lima persen setiap tahun.

“Upaya mengurangi 29 persen emisi dalam 10 tahun mendatang menjadi tantangan dan butuh upaya non-business as usual bagi kita semua, termasuk bagi PLN sebagai satu-satunya perusahaan penyediaan listrik di Indonesia,” pungkasnya.***

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button