Electricity

Investasi Hingga Rp47,5 Miliar, PLN Terangi 24 Desa di Kalimantan

Konstruksi Media – Direktur Bisnis Regional Sumatra dan Kalimantan PT PLN Muhammad Ikbal Nur mengatakan, pihaknya kini tengah mengaliri listrik di seluruh desa dan kampung di Kalimantan Timur (Kaltim) dan Kalimantan Utara (Kaltara) pada 2022.

Dia berharap hal itu bisa berdampak positif terhadap aktivitas ekonomi masyarakat setempat.

“Saat ini dari jumlah seluruhnya 1.038 desa di Kalimantan Timur, kami sudah melistriki 823 desa, sehingga masih ada 215 desa yang belum terlistriki,” ujar Muhammad Ikbal Nur melalui keterangan tertulis di Jakarta, Kamis (26/8/2022).

Di Kalimantan Utara dari 482 desa, PLN telah melistriki 309 desa. Dengan kata lain, masih ada 173 desa yang belum dialiri setrum. Pada Agustus ini, kata Ikbal, PLN berhasil menambah 24 desa yang dialiri listrik di Kaltim dan Kaltara. Sebagiannya adalah desa terpencil.

Baca Juga:  Institut Teknologi PLN Perpanjang Waktu Penerimaan Calon Mahasiswa

“Di Kalimantan Utara desa-desa tersebut adalah 13 desa dalam kelompok Desa Terang Baru dan Desa Brian Baru di Kecamatan Krayan, Kabupaten Nunukan, dan satu desa, yaitu Desa Seputuk di Kabupaten Tana Tidung,” katanya.

“Di Kalimantan Timur, ada Desa Sidobangen, Kecamatan Kelay, Kabupaten Berau; Desa Cipta Graha dan Desa Mukti Lestari di Kabupaten Kutai Timur; Desa Perian di Kutai Kartanegara; Kampung Jambu Makmur dan Kampung Muara Gusik di Kabupaten Kutai Barat; Desa Lomu, Riwang, Perapat, dan Sungai Batu di Kabupaten Paser,” sambungnya.

Untuk melistriki ke-24 desa tersebut, PLN berinvestasi sebesar Rp47,5 miliar. “Kami mendapat potensi sambungan pelanggan baru sebanyak 2.378 pelanggan yang tersebar desa-desa tersebut,” ucapnya.

Baca Juga:  PLN Rampungkan 7 Proyek Strategis Nasional di 2022 di Aceh dan Sumut

Pada Agustus PLN menambah jam pasokan listrik di 15 titik Unit Layanan Desa (ULD), juga di Kaltim dan Kaltara. Di ke-15 titik tersebut kini listrik tersedia hingga 24 jam setelah sebelumnya hanya 12 jam per hari.

Menurut Ikbal Nur, dengan penambahan jam pasokan ini, tidak ada lagi desa yang yang sudah dialiri listrik PLN mendapat pasokan listrik kurang dari 12 jam per hari. PLN menambah jam operasi dari enam jam menjadi 12 jam pada sembilan ULD, yakni PLTD Dilang Puti dan PLTD Kelumpang di Kutai Barat; dan PLTD Long Apari dan PLTD Long Pahangai di Mahakam Ulu.

Kemudian ULD Long Segar, ULD Muara Pantun, dan ULD Bumi Etam di Kutai Timur; ULD Maratua di Berau; ULD Lumbis Ogong di Nunukan. Lalu ada peningkatan jam pasokan dari 12 jam menjadi 24 jam pada enam ULD yang meliputi PLTD Tabisaq, PLTD Muara Siran, PLTD Jantur, PLTD Semayang, dan PLTD Tabang di Kabupaten Kutai Kartanegara; dan ULD Batu Putih di Berau.

Baca Juga:  Bersama PJB, ITS Gali Potensi Bambu Dalam Co-firing PLTU

“Kami targetkan menjadi seluruhnya 24 jam pada 2023 nanti,” imbuhnya.

Salah seorang warga Desa Semayang, Robi mengungkapkan bahwa ia mewakili warga setempat bersyukur dan berterima kasih atas upaya PLN menerangi wilayahnya tersebut.

“Dengan listrik 24 jam, rumah-rumah kami jadi terang di malam hari, dan anak-anak bisa belajar dengan nyaman. Mewakili warga desa saya mengucapkan terima kasih karena PLN sudah mewujudkan harapan kami untuk dapat listrik selama 24 jam,” pungkas Robi.***

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button