Oil & Gas

Investasi Hingga US$ 200 juta, Cargill Akan Bangun Kilang Minyak Baru di Lampung

Konstruksi Media – President Cargill Asia Pacific, Robert Aspell mengatakan, pihaknya telah menginvestasikan dana sebesar US$ 200 juta untuk membangun kilang minyak kelapa sawit baru di Lampung.

Menurutnya, kilang ini akan mempercepat langkah Cargill untuk mengembangkan rantai pasok kelapa sawit yang berkelanjutan, serta memasok berbagai produk yang bebas dari deforestasi dan terverifikasi bagi para pelanggan.

“Proyek ini merupakan langkah penting yang ditempuh Cargill untuk meningkatkan ketersediaan bahan minyak makan yang dipasok dan diolah secara berkelanjutan bagi para pelanggan,” ujar Robert dalam keterangan Pers yabg diterima di Jakarta, Rabu (16/6/2021).

Baca Juga:  Melebihi Target, Setoran Sektor Hulu Capai 78,2 Triliun

Robert menjelaskan, kilang baru tersebut bakal berperan penting dalam memenuhi kebutuhan di Amerika Utara dan Eropa yang dipasok dari minyak kelapa sawit mentah berkelanjutan yang diproduksi di Indonesia. Hal ini dilakukan Cargill melalui rantai pasok yang sangat terpadu, dari perkebunan hingga pelanggan.

“Di sisi lain, proyek ini turut mendukung Cargill memenuhi misinya, yaitu menyediakan kebutuhan pangan dunia secara aman, bertanggung jawab dan berkelanjutan. Selain itu, rantai pasok yang sangat terpadu menjamin bahwa standar produksi terketat dan kualitas produk terbaik telah tercapai,” katanya.

Dia pun menambahkan, dengan kilang baru itu, Cargill akan memenuhi harapan pelanggan yang semakin mengutamakan aspek keberlanjutan dan transparansi. Oleh karenanya, Cargill menjamin keterlacakan produk dari perkebunan dan meningkatkan standar kualitas produk.

Baca Juga:  Perdana, Pertamina Kini Siapkan Pertashop Untuk BBM Diesel Dexlite

Pembangunan kilang baru mutakhir tersebut telah dimulai, dan proses konstruksi diperkirakan selesai pada akhir 2022. Ada pun minyak kelapa sawit di kilang Lampung akan diolah berdasarkan prinsip-prinsip yang tercantum dalam “Kebijakan Sawit Berkelanjutan” Cargill.

“Prinsip-prinsip ini akan menyediakan transparansi yang lebih baik dengan aspek keterlacakan hingga ke jenjang perkebunan,” ungkapnya.

Lebih lanjut dia mengungkapkan, proyek kilang kelapa sawit di Lampung turut mendukung misi Cargill untuk menyediakan analisis atas rantai pasok kelapa sawit di tingkat lokal dan global, serta memperkuat posisi Cargill sebagai pemasok pilihan pelanggan untuk minyak kelapa sawit berkelanjutan.

Sebagai informasi, minyak kelapa sawit merupakan bahan penting untuk menyediakan kebutuhan pangan dunia. Dalam beberapa tahun terakhir, tingkat permintaan minyak kelapa sawit telah meningkat, dan Indonesia berperan sebagai penghasil dan eksportir terbesar minyak kelapa sawit.

Baca Juga:  Baru Capai 583 Titik Penyalur, BBM Satu Harga Dilanjut Hingga Akhir 2024

Hasil panen kelapa sawit tergolong tinggi, dan tanaman ini menghasilkan minyak yang memiliki banyak kegunaan, tak hanya dipakai sebagai minyak untuk memasak, namun juga membuat cita rasa dan tekstur pada banyak makanan. Minyak kelapa sawit juga menjadi bahan tambahan yang berfungsi sebagai penstabil, pengikat, pembuih pada berbagai produk rumah tangga sehari-hari. ***

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button